Breaking News:

Wakil Rektor UNU Kalbar Sarankan Pencegahan Terorisme Harus dari Akarnya

Menurutnya, terorisme bukanlah fenomena yang baru, namun jika fenomena ini dibahas kembali akan tetap aktual.

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Wakil Rektor UNU Kalbar Bidang SDM dan Kemahasiswaan sekaligus Wakil Katib Syuriah PWNU Kalbar, Drs. H. Jipridin, M. Si 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa waktu kemarin tim densus 88 Polda Kalbar telah menangkap tiga orang yang diduga teroris.

Dengan adanya fenomena ini, akademisi dari Wakil Rektor UNU Kalbar Bidang SDM dan Kemahasiswaan sekaligus Wakil Katib Syuriah PWNU Kalbar, Drs. H. Jipridin, M. Si menjelaskan tentang terorisme.

Menurutnya, terorisme bukanlah fenomena yang baru, namun jika fenomena ini dibahas kembali akan tetap aktual.

Jipridin menerangkan, bahwa akar dari terorisme adalah ekstremisme yang memiliki akar ekstrimisme kiri dan kanan.

Baca juga: 3 Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88 Sudah Jalani Pelatihan Tersembunyi di Kalbar

Ektremisme kiri dijelaskannya, diawali dengan radikalisme, liberalisme, hingga kearah terorisme. Sedangkan ekstremisme yang kanan diawali dengan tekstualisme, komunis dan HTI.

"Agama Islam jelas ideologinya Rahmatan Lil'alamin sedangkan kebangsaan jelas ideologinya Pancasila. Agama Islam dan kebangsaan pada dasarnya saling bersinergi dan menolak yang namanya ektremisme baik yang kanan maupun yang kiri. Karena kondisi ini sangat meresahkan," ungkapnya.

"Apapun yang terjadi, jika meresahkan masyarakat, maka semua warga bangsa dan aparat keamanan polisi dan TNI wajib melakukan tindakan yang sama, yaitu semua pihak wajib menentang atau menolak kehadiran ektremisme," tandasnya.

Hal tersebut dikatakannya, lantaran yang harus diutamakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah hukum tertinggi menciptakan kemaslahatan masyarakat.

Langkah yang mendasar menurutnya memang harus melakukan penolakan terhadap ekstremisme.

"Menolak yang jahat yang menimbulkan keresahan masyarakat, ujaran kebencian dan hoax, penolakan ini lebih diutamakan barulah mengambil langkah kebaikan," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved