Breaking News:

Pihak Keluarga Ingin Kejelasan Informasi Pasca Densus 88 Amankan 3 Terduga Teroris di Kalbar

Kalau memang dia tidak tidak terlibat mohon bisa cepat dikembalikan ke keluarga, kalau memang masih dalam pemeriksaan, ya kita ingin meminta informasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Penangkapan terduga teroris di Kalimantan Barat oleh Densus 88 Anti Teror. File Polda. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 3 orang terduga teroris diamankan Detasemen Khusus Anti Teror 88 (Densus 88) dari 3 daerah berbeda di Kalimantan Barat pada Rabu 17 Februari 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go mengatakan terduga teroris berinsial RE (28) diamankan di Kota Pontianak, M (20) di Kota Singkawang dan MR (27) di Kabupaten Kubu Raya, dimana dari pemeriksaan Kepolisian, ketiga orang yang di amankan diduga terafiliasi dengan JAD.

Terkait penangkapan tersebut, Paman dari RE yang mewakili keluarga menyampaikan hingga saat ini, Jumat 19 Februari 2021, pihak keluarga masih belum mendapat kabar lanjutan terkait penangkapan RE oleh Densus 88.

Kendati sempat syok ketika puluhan petugas kepolisian mendatangi rumahnya dan melakukan penggeledahan, dikatakan Sang Paman kondisi mertua, istri serta anak RE saat ini sudah membaik.

Baca juga: BREAKING NEWS - Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kalbar Termasuk Pontianak dan Singkawang

Sang paman berharap kasus yang menimpa suami dari keponakannya itu dapat segera menemui titik terang.

"Kalau memang dia tidak tidak terlibat mohon bisa cepat dikembalikan ke keluarga, kalau memang masih dalam pemeriksaan, yah kita ingin meminta informasi, dan perkembangan selanjutnya, sementara ini kita belum tau bagaimana keadaan dia, dan dimana dia pastinya," tuturnya ditemui Tribun di kediamannya, Jumat 19 Februari 2021.

"Harapan keluarga kalau memang tidak ada apa - apa mohon dikembalikan, dan kita ingin melihat bagaimana kondisi dia sekarang, kita ingin tau keberadaannya dia sekarang, siapa si yang tidak khawatir," tambahnya.

Selama menikah dengan sang keponakan lebih dari 2 tahun, dijelaskan bahwa sikap RE seperti orang kebanyakan dan tidak ada yang mencurigakan.

"kesehariannya biasa seperti kita, dia kerja, lalu pulang, istirahat di rumah, ke arah yang mencurigakan aneh - aneh itu tidak ada, Dia ikut kumpulan - kumpulan yang aneh - aneh tidak ada, biasa pulang kerja dari security itu dia ngojek, dan tidak ada yang aneh - aneh,"katanya.

Saat proses penggeledehan, ia juga diminta untuk menyaksikan oleh petugas kepolisian.

Ia mengungkapkan tidak ada benda - benda berbahaya yang disita petugas dari kediaman sang keponakan.

"Pada saat digeledah itu tidak ada yang mencurigakan, barang - barang aneh itu tidak ada, disini (rumah) hanya buku - buku, kalau laptop yang di amankan itu dari rumah yang di gang lain, itupun kepunyaan adiknya (RE)," ungkapnya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved