Breaking News:

Himakatra Diharapkan Jadi Pelopor Pemuda dalam Pembangunan Kayong Utara

Himpunan Mahasiswa Kayong Utara (Himakatra) bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar Dialog Strategis Pemuda dan Pembangunan, di

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Himpunan Mahasiswa Kayong Utara (Himakatra) bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) saat menggelar Dialog Strategis Pemuda dan Pembangunan, di Cafe Upgrade kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis 18 Februari 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Himpunan Mahasiswa Kayong Utara (Himakatra) bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar Dialog Strategis Pemuda dan Pembangunan, di Cafe Upgrade kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis 18 Februari 2021.

Bertemakan "Mempertegas Kepeloporan Pemuda Dalam Mewujudkan Cita-Cita Pembangunan di Kayong Utara" dialog ini juga menghadirkan langsung Wakil Bupati Kayong Utara H. Effendi Ahmad.

Ketua DPD KNPI Kayong Utara, Bung Tomo mengatakan bahwa, peran pemuda sangat penting. Sebab ia menilai, pemuda hari ini merupakan harapan masa depan daerah, serta menjadi tumpuan kemajuan daerah kedepan. 

Baca juga: Wabup Effendi Dorong Pemuda Jadi Pelaku Perubahan Daerah

"Untuk itu pemuda diharapkan mempunyai akreditasi, integritas, kemampuan untuk bersaing dalam beberapa bidang. Baik itu politik, perekonomian dan perkebunan," ungkap Bung Tomo disela-sela dialog.

Ia mengatakan, pemuda menjadi tonggak dan penggerak pembangunan daerah, baik dalam bentuk partisipasi bidang ekonomi, maupun lainnya.

Maka dirinya pun berharap, pemuda harus berpikir kedepan, dan dituntut dapat memiliki inovasi dan kreatifitas.

"Kayong Utara itu sumber dayanya masih banyak, tinggal pemuda mengkreasikan. Mereka bisa lewat UMKM atau sektor lainnya," tuturnya.

"Pemuda saat ini sudah sangat aktif. Contoh saja di DPRD Kayong Utara yang anggotanya kategori pemuda ada 5 orang dan pengembangan UMKM hari ini digerakan oleh pemuda. Pemuda harus memanfaatkan peluang-peluang yang ada," sambungnya.

Selain itu, Akademi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UNTAN, M Sabran menyebut bahwa, saat ini adalah era 4.0, banyak metode-metode lama tergantikan dengan metode baru. 

Maka era disrupsi yang semuanya berbasiskan kecepatan, harus ada kejutan, dalam era 4.0 pemuda harus menjawab tantangan tersebut. 

Sehingga era disrupsi bisa dimanfaatkan pemuda untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

"Peran-peran ini menjawab tantangan tersebut, karena pemuda ini adalah kekuatan, agen of change untuk menjawab perkembangan era industri," terangnya. (*)

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved