Breaking News:

Kapolsek Rahmad Kartono Bersama Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Karhutla di Wajok Hulu

Tim Gabungan Kecamatan Jongkat ini diakuinya bergerak cepat untuk memadamkan titik api agar tak semakin meluas. 

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Gabungan di Kecamatan Jongkat harus berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Dusun Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu, Rabu 17 Februari 2021 pukul 09.00 WIB. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tim Gabungan di Kecamatan Jongkat harus berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Dusun Teluk Dalam, Desa Wajok Hulu, Rabu 17 Februari 2021 pukul 09.00 WIB.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, mengatakan, titik api atau hotspot tersebut pertama kali diketahui dari Aplikasi Lancang Kuning oleh personel Polsek Siantan. 

“Berdasarkan laporan hotspot dari Aplikasi Lancang Kuning ini, kami segera berkoordinasi dengan jajaran Forkopimcam dan BPAJ Jungkat. Dari hasil pengecekan, ternyata memang benar ada lahan yang terbakar hampir seluas 2 hektar,” ujar Kapolsek.

Tim Gabungan Kecamatan Jongkat ini diakuinya bergerak cepat untuk memadamkan titik api agar tak semakin meluas. 

Baca juga: Bupati Erlina Akan Berikan Seragam untuk FKUB Kabupaten Mempawah

Ia mengtakan Tim menggunakan mesin pemadam api dari BPAJ Jongkat, mesin Robin milik Polsek Siantan dan Koramil Jungkat.

“Alhamdulillah, titik api berhasil dipadamkan selama empat jam kami melakukan penyemprotan. Dan personel kami masih di TKP untuk memantau kemungkinan muncul kembali di kawasan tersebut atau kawasan lainnya,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan para pemilik lahan dan petani yang ditemukan di tempat kejadian perkara menegaskan, telah melayangkan surat panggilan terhadap tiga orang.

Baca juga: Sat Binmas Polres Kubu Raya Pasang Spanduk Imbauan Tentang Bahaya Karhutla di Sejumlah Titik

“Ketiga orang ini adalah pemilik lahan dan petani setempat. Kita akan mintai keterangan terkait pembakaran lahan tersebut,” tegasnya. 

Kapolsek dan jajaran Forkopimcam Kecamatan Jongkat lantas kembali menghimbau agar masyarakat atau petani tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan sebelum memulai proses penanaman.

Masyarakat juga diminta untuk menaati aturan Menteri Pertanian RI berkaitan dengan pembukaan lahan pertanian dengan tidak membakar, serta Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang membuka lahan yang berazaskan kearifan lokal, namun tidak berlaku untuk lahan gambut. (*)

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved