Breaking News:

Pelantikan Ditunda, Sekda Yosepha Hasnah Jabat Plh Bupati Sintang

Informasi yang berkembang, ada dua opsi pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih pada akhir bulan Februari.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pemkah Sintang menggelar rapat kesiapan pelantikan bupati dan wakil bupati sintang terpilih. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang bergerak cepat menyikapi penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilbup 2020.

Sesuai rencana, Pemkab Sintang akan melaksanakan acara penyerahan memori jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Masa Bhakti 2016-2021 kepada Pelaksana Harian Bupati Sintang pada Rabu, pagi.

Semula, pelantikan dijadwalkan digelar pada 17 Februari 2021.

Namun ditunda sampai dengan akhir februari lantaran SK Kemendagri belum rampung.

“Dengan ditunjuknya Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang, maka Pemkab Sintang akan melaksanakan acara penyerahan memori jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Masa Bhakti 2016-2021 kepada Pelaksana Harian Bupati Sintang pada Rabu, 17 Februari 2021 pukul 10.00 WIB di Pendopo Bupati Sintang,” kata Kasubbag Adminitrasi Pemerintah Bagian Tata Pemerintahan Setda Sintang, Eman Kurniawan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Bupati Jarot Berang❗ Namanya Kembali Dicatut di Medos, Minta Polisi Usut Tuntas

Informasi yang berkembang, ada dua opsi pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih pada akhir bulan Februari.

Antara lain pelantikan langsung di Pontianak, dan pelantikan melalui virtual di masing-masing kabupaten kota.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia akan mengirim surat resmi soal jadwal pelantikan khususnya penentuan tanggal pelantikan akhir Februari 2021.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dalam postingan di media sosial facebook menyebutkan bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati untuk lima kabupaten yakni Sintang, Bengkayang, Melawi, Kapuas Hulu dan Ketapang akan dilakukan pada 25 Februari 2021.

Hanya saja Gubernur belum menyebutkan proses pelantikan secara virtual atau berkumpul di Pontianak sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Barat.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia juga akan segera mengeluarkan petunjuk teknis pelantikan baik secara virtual atau disatukan di ibu kota provinsi Kalimantan Barat.

Jika Kemendagri memutuskan pelantikan dilakukan secara virtual, maka petunjuk teknis akan sangat detail mengingat baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved