Gubernur Sutarmidji minta Pemerintah Kabupaten Kota Segera Tetapkan Siaga Karhutla

Gubernur Sutarmidji mengatakan untuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang disinyalir membakar lahan untuk pembangunan perumahan akan diberi san

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan bahwa saat ini pantauan dari Data Analityc Room titik api terbanyak di Kabupaten Kubu Raya, setelah itu Kota Pontianak. 

Gubernur Sutarmidji mengatakan untuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang disinyalir membakar lahan untuk pembangunan perumahan akan diberi sanksi.

Adapun sanksi yang akan diberikan dengan tidak mengeluarkan IMB atau tidak boleh memanfaatkan lahan yang dibakar selama 5 tahun. 

Ia juga mengatakan mengingat saat ini kondisi di Kalbar sudah lebih satu minggu tidak turun hujan. Lalu hampir setiap hari kebakaran disekitar Parit Demang dan Rasau Jaya terjadi.

Baca juga: Satelit Pantau 49 Titik Panas yang Tersebar di Wilayah Kalimantan Barat, Kubu Raya Terbanyak

“Saya harap Pemerintah kabupaten kota segera menetapkan siaga Karhutlah,”ujarnya, Selasa 16 Februari 2021.

Ia juga meminta semua perusahaan menjaga area konsesi lahan jangan sampai terbakar atau dibakar.

“Saya  tidak segan untuk memberi sanksi yang lebih berat, bahkan harus membiayai biaya pemadaman,” tegasnya.

Dalam menangani Karhutla Pemerintah Kabupaten Kota harus tegas dan jangan ada toleransi. 

“Asumsi kita semua lahan yang ada titik api itu karena di bakar. Semua titik api pasti terpantau satelit,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa semua terpantau di Data Analitik Room di Kantor Gubernur dengan pantauan titik api terbanyak di Kubu Raya dan setelahnya Kota Pontianak.

“Jangan salahkan kalau kita tindak, dan jangan kalau sudah ditindak baru komentar begini begitu, giliran diberitahu pura pura tak tahu,” pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved