PAWANG King Cobra yang Jarinya Pernah Hampir Busuk Digigit Kobra Ini Lepaskan Puluhan Ekor Ular

Rinto yang pernah punya pengalaman mengerikan dengan jarinya hampir busuk digigit ular kobra ini bercerita tujuan melepasliarkan puluhan ekor ular.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
PAWANG - Rentul, Pawang Ular saat ditemui di rumahnya, Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ada kabar terbaru dari Rinto alias Rentul, sang pawang ular asal Kuningan, Jawa Barat.

Terbarunya, Rinto melepasliarkan puluhan baby ular king cobra ke hutan.

Rinto yang pernah punya pengalaman mengerikan dengan jarinya hampir busuk digigit ular kobra ini bercerita tujuan melepasliarkan puluhan ekor baby king cobra ke hutan.

Melansir Tribunnews.com, puluhan anak King Kobra yang dilepasliarkan itu lokasinya di luar daerah Kuningan.

Baca juga: PENAMPAKAN Ular Sanca Sebesar Pohon Panjang 5 Meter Gegerkan Warga Jakarta, Tonton Videonya

"Ada 30 ekor baby King Kobra di lepas liar di hutan lepas tetangga daerah Kuningan," ungkap Rentul usai pelepasan anak-anak King Kobra, Minggu 14 Februari 2021.

Rentul menyebut total baby King Kobra hasil penangkaran mandiri itu ada sebanyak 40 ekor.

"30 ekor kami lepas dan 15 ekor baby King Kobra itu sama teman komunitas reptil dan sisanya ada lima ekor masih di rumah," ujar Rentul yang juga warga Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kuningan.

Alasan pelepasliaran ular tersebut, karena dianggap sudah cukup mental dalam hidup di alam hutan bebas.

Apalagi usia dua pekan terakhir dari penetasan itu sudah pernah ganti kulit.

"Iya, kalau ular patokan udah ganti kulit itu dianggap mampu bertahan hidup di habibat aslinya," ujarnya.

Pawang ular muda ini menyebut di lokasi penangkaran ular secara mandiri itu masih berjalan.

"Belum lama dari penetasan telor King Kobra, ini ada delapan ekor ular pucuk atau ular hijau menetas dan kini mendapat perawatan seperti biasa," kata dia.

Rentul sekaligus pemilik King Kobra mirip Garaga ini menambahkan, King Korba miliknya dengan nama si Covid itu terlihat baik-baik saja.

"Oh untuk si Covid dan ular lainnya, ada dan sehat. Sebab perawatan untuk ular, kami prioritaskan dari lingkungan dan pakannya," kata Rentul.

Baca juga: ULAR SANCA Sebesar Pohon Masih Misteri Setelah 5 Hari Muncul, Petugas Terus Mencari Keberadaannya

Pengalaman Mengerikan

Rinto alias Rentul pawang ular di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kuningan menceritakan pengalaman mengerikan yang dialaminya.

Ia mengaku jari tangannya nyaris membusuk setelah digigit ular Kobra Jawa.

"Kalau kena gigitan ular mah sudah biasa," kata dia kepada wartawan soal pengalaman menghadapi hewan reptil ini, Jumat 30 Oktober 2020 lalu.

Belakangan, kata dia, gigitan ular yang dialami itu persis mematok di jari tengah tangannya.

"Ini bekasnya juga terlihat kaya membiru begitu," ujarnya.

Bentuk antisipasi dan pencegahan seusai kena gigitan ular berbisa harus cepat ditangani.

"Sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan itu harus melakukan dengan cara mencangkok atau memperlambat aliran darah di wilayah gigitan ular tadi," katanya.

Misal, kata dia, ketika jari kena gigitan dan tata cara lakukan pencangkokan itu dengan menggunakan media lain.

"Bisa dengan mengambil dan memasangkan papan pada lengan kita yang kemudian di ikat rapat. Kemudian, langsung berobat rumah sakit untuk mendapat perawatan medis," katanya.

Sebab, kata dia, meski dalam kandungan bisa atau racun ular tidak semua memiliki serangan mematikan sekaligus.

"Namun pembiaran daripada kena gigitan ular dengan bisa sedang ini, bisa membusukan organ yang kena gigitan tadi," katanya.

"Ya daripada busuk dan akhirnya mengancam kematian, lebih baik diobati cepat," katanya.

Sebagai edukasi, kata dia, jenis ular apapun yang beredar di lingkungan warga jangan langsung dibunuh.

Menyinggung soal terbiasa digigit selain ular Kobra, kata dia, ular sawah memang sering lakukan gigitan.

"Apalagi seperti tadi, mau dimasukin kandang," katanya.

Gigitan ular sawah atau terkenal dengan ular koros memang tidak memiliki bisa mematikan.

"Namun yang namanya digigit binatang, ya sakit lah," katanya.

Gigitan terjadi ketika dilakukan penangkapan di alam liar dan hendak memasukan ke kandang.

"Selama ini emang cari ular sawah itu dengan tangan kosong," katanya.

Penangakapan ular sawah, kata dia, semata untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi ular King Kobra.

"Ular King Kobra emang gak suka makan selain jenis ular. Diketahui bahwa King Kobra ini kanibal pemakan ular lagi," ujarnya.

Baca juga: ULAR Masuk Rumah Bunuh atau Usir? Anjuran Islam Menurut Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Abdul Somad

King Kobra Mirip Garaga

Rinto (34), warga Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede berhasil menangkap ular King Kobra dengan bobot 11 Kg dan memiliki panjang sekitar 4 meter.

"Iya, ini ular hasil rescue dari lingkungan warga di Blok Salahonje daerah Kelurahan Citangtu," kata Rinto kepada wartawan di lingkungan rumahnya, Desa Windujanten, Jumat 30 Oktober 2020 lalu.

Dia mengatakan bahwa kini ular kobra yang berhasil ditangkap atas aduan warga sebelumnya.

"Kondisinya sehat dan sudah dua ekor ular sawah dimangsa ular kobra sejak dua minggu ke belakang," katanya.

Rinto yang akrab disapa Rentul itu diketahui merupakan pawang ular di Kuningan.

Hal itu terbukti dengan jumlah ular berbeda jenis yang dirawat di sejumlah kandang ular dengan ukuran berbeda.

"Ada empat jenis ular yang ada kami rawat. Seperti ular kobra biasa, kobra jawa dan king kobra. Kemudian ada juga ular pucuk dengan warna hijau itu dan ada juga ular ring emas namun membahayakan," kata Rentul seraya menunjukkan ke kandang ular tadi.

Rentul mengaku bahwa selama ini, jumlah ular sekitar 15 ekor dirumahnya.

"Semua hasil tangkapan dan atas laporan warga," katanya.

Upaya saat evakuasi, kata dia, dilakukan dengan tangan kosong.

"Jadi pas ada laporan saya ke lokasi langsung tangkap ular king kobra, kalau dilihat sepintas mirip garaga punya Panji Petualang," katanya.

Usia empat hari dari hasil tangkapan, kata Rentul mengaku pernah digigit di bagian tangan kiri saat hendak memandikan ular tersebut.

"Iya ini bekas gigitannya dan tidak apa-apa. Gigitan kosong sih," katanya.

Dalam menyiapkan pakan untuk kebutuhan ular kobra, Rentul terpaksa mencari ular sawah di kawasan persawahan miliki warga.

"Iya ini baru nangkap ular sawah buat pakan ular kobra. Kan karakter ular kobra itu kanibal," katanya.

Menyinggung soal serius mengurus ular, kata dia, ini sebagai bentuk tindakan sekaligus edukasi kepada lingkungan warga sekitar.

"Sebab biasanya, ketika siapa orangnya mendapati ular itu langsung dibunuh atau dimusnahkan, dari beberapa kejadian itu saya sekarang fokus rawat ular," katanya.

Baca juga: Heboh Penangkapan Ular Sanca Kembang Sepanjang 3,5 Meter Ditemukan di Belakang TV Pos Satpam

Rentul mengemuka bisa berdampingan dengan ular itu sejak usia 8 tahun.

"Waktu kecil ular sawah menjadi mainan dan dibawa kemana-mana bahkan dibawa juga kesekolah. Dulu ularnya dimasukin bungkus rokok dan dibawa main," ungkapnya.

Saat kecil, kata dia, mainan ular itu sempat di marahi orang tua.

"Namun sekarang tidak lagi dimarahi, mungkin karena sering dan orang tua bosen ngingetinnya juga sih," kata Rentul menambahkan bahwa fokus rawat ular itu sejak tahun 2017 kemarin.

Dalam kesempatan tadi, Rentul sempat mengeluarkan ular king kobra semata untuk pendidikan lingkungan.

"Kalau jenis ular lain, seperti piton atau sanca, hasil tangkapan suka dilepas liarkan di alam. Namun, untuk jenis kobra ini kayanya gak mungkin dilepas, karena di Kuningan tak ada lahan hutan yang bebas dari aktivitas warga," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pawang Ular Asal Kuningan Ini Lepasliarkan Puluhan Ekor Anak King Kobra di Hutan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved