Breaking News:

PUASA Rajab 2021 Jatuh Pada Tanggal Sampai Tanggal Berapa? Fahami Hukum Puasa Rajab dan Dalilnya

Yang cukup masyhur di tengah masyarakat adalah melaksanakannya selama 10 hari. Namun benarkah demikian?

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/SURYA
PUASA Rajab 2021 Jatuh Pada Tanggal Sampai Tanggal Berapa? Fahami Hukum Puasa Rajab dan Dalilnya. Cek selengkapnya di artikel berikut ini / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Rajab adalah satu di antara bulan dalam penanggalan tahun Hijriah yang termasuk sebagai bulan yang dimuliakan.

Menjadi satu di antara bulan yang dimuliakan dalam Islam atau biasa juga disebut bulan haram, tentunya memperbanyak amalan kebaikan amat dianjurkan dilakukan oleh seorang Muslim.

Nah, satu di antara yang cukop populer di tengah masyarakat dalam mengisi bulan Rajab adalah dengan menjalankan puasa Sunnah.

Lantas, kapan puasa Rajab itu dikerjakan?

Baca juga: BACAAN Doa Buka Puasa Rajab, Doa Niat Puasa Rajab & Puasa Sunnah Bulan Rajab Dilaksanakan 10 Hari

Puasa Rajab 2021 jatuh pada tanggal sampai tanggal berapa saja?

Yang cukup masyhur di tengah masyarakat adalah melaksanakannya selama 10 hari.

Ada pula yang menyebutnya selama tujuh hari.

Baca juga: BOLEHKAH Niat Puasa Rajab di Pagi Hari ? Hukum Puasa Rajab Hanya Sehari atau Dua Hari & Tanpa Sahur

Di mana puasa Rajab 2021 jatuh pada tanggal sampai tanggal berapa yakni dimulai tanggal 1 Rajab dan seterusnya. 

Namun benarkah demikian?

Kenali dan Fahami Hukum Puasa Rajab dan Dalilnya

Untuk mengetahui ketentuan terkait Puasa Rajab 2021 jatuh pada tanggal sampai tanggal berapa saja, perlu diketahui terlebih dahulu hukum puasa Rajab dan dalilnya yang kuat yang mendasarinya.

Terkait hal ini, Ketua Ikatan Dai Indonesia atau Ikadi Kalbar Ustaz Didik Nurharis membeberkan penjelasannya.

menurutnya, sejatinya tidak dijumpai dalil khusus yang menyebutkan keutamaan bulan Rajab.

Terutama anjuran untuk berpuasa sunnah yang dijalankan dengan niatan khusus puasa Rajab. 

Menurutnya, tidak dijumpai dalil yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab atau shalat sunah khusus di bulan Rajab.

Baca juga: BACAAN Doa berbuka Puasa Lengkap Niat Puasa Qadha Bulan Ramadhan dan Puasa Rajab 1442 Hijriyah

Bahkan, beberapa sahabat Rasulullah SAW melarang orang mengkhususkan untuk menjalankan puasa khusus di bulan Rajab.

Terlebih jika melakukan puasa sebulan penuh selama bulan Rajab.

"Dalil yang menyebutkan keutamaan khusus bagi orang yang melakukan puasa Rajab adalah hadist dhaif, dan tidak bisa dijadikan dalil," lugas Ustaz Didik Nurharis menjelaskan, Jumat 12 Februari 2021. 

Hanya saja menurutnya, bagi mereka yang rajin puasa, sangat dibolehkan untuk memperbanyak puasa di bulan haram, termasuklah di bulan Rajab ini.

Hal itu menurutnya sebagaimana dinyatakan dalam hadis Al-Bahily.

Dengan demikian, berpuasa sunnah di bulan Rajab atau puasa Rajab statusnya adalah sama dengan puasa di bulan-bulan haram lainnya. 

"Hanya saja, hadis ini berlaku umum untuk semua puasa bulan haram, tidak hanya Rajab,"

"Allahualam," pungkasnya. 

Demikianlah penjelasan terkait hukum puasa Rajab dan dalilnya tersebut.

Baca juga: Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan , Jadwal Imsakiyah Puasa Rajab & Keistimewaan Bulan Rajab

Sehingga dengan kata lain, terkait Puasa Rajab 2021 jatuh pada tanggal sampai tanggal berapa saja, ada kebebasan di dalamnya.

Di mana puasa yang dikerjakan adalah puasa Sunnah seperti biasanya, dan bukan dalam rangka khusus untuk bulan Rajab saja.

Semoga bermanfaat.

Niat Puasa Rajab 2021

Niat puasa Rajab adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah dibulan rajab karena Allah Ta'ala."

Puasa sunnah gabung utang puasa Ramdahan atau Puasa Qadha boleh dilakukan.

Baca juga: Imsak Puasa Rajab 13 Februari 2021 dan Jadwal Buka Puasa Rajab 13 Februari 2021 , Cek Jadwal Kotamu!

Hal ini dijelaskan Buya Yahya dalam ceramahnya berjudul "Bolehkah Puasa Sunnah Muharram Tetapi Masih Punya Hutang Puasa Wajib" di Youtube pada 7 September 2019.

Buya Yahya menjelaskan boleh melaksanakan Puasa Qadha di hari Puasa Sunnah, namun niat puasa qadha tetap dilafalkan, tanpa perlu menyebutkan niat puasa sunnah.

Dengan begitu umat Islam mendapat dua pahala sekaligus.

Pertama, karena mengganti puasa yang ditinggalkan, kedua mendapatkan pahala Puasa Sunnah.

Penulis: Ishak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wT
ribunPontianak_10091838 

Penulis: Ishak
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved