Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Imbau Perayaan Imlek Jangan Sampai Mengundang Kerumunan 

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji juga telah menegaskan selain ritual agama dirinya mengimbau jangan sampai ada yang bermain petasan saat peraya

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar Sutarmidji 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perayaan Imlek jatuh pada Jumat 12 Februari 2021. Di tengah pandemi COVID-19 melanda Kalbar tentu perayaan Imlek tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. 

Perayaan Imlek juga diimbau untuk dilakukan secara sederhana dan hanya melakukan ritual agama saja, sedangkan acara lainnya tidak diperbolehkan seperti bermain kembang api, barongsai dan tatung. Karena dilakukan pembatasan untuk menekan penyebaran COVID-19.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji juga telah menegaskan selain ritual agama dirinya mengimbau jangan sampai ada yang bermain petasan saat perayaan Imlek maupun melakukan pertunjukan barongsai atau naga.

Gubernur Sutarmidji Sebut Sekolah di Zona Kuning akan Dibuka Perlahan

Ia menegaskan siapapun yang bermain petasan yang memancing orang untuk berkerumun akan diangkut untuk diisolasi selama 14 hari.

“Kalau ada yang main kembang api berkerumun. Saya suruh angkut dan isolasi selama 14 hari. Biar saja rumah susun masih banyak kosong. Isolasi saja disitu biar tak main mercon,” ujarnya kemarin di Ruang DAR Kantor Gubernur Kalbar.

Ia mengatakan selain ritual agama untuk acara atau kegiatan apapun diluar itu tidak diperbolehkan.

“Jangan main barongsai, naga apalagi. Itu hanya akan memicu orang untuk kumpul. Contoh saja seperti di GAIA yang luasnya 70 ribu meter persegi yang diundang pada peresmian 200 orang karena dia main barongsai jadi ramai. Saya manas juga yang seperti itu,” tegasnya.

Ia mengatakan jangan ada yang memancing keramaian. Kali ini bukan hanya cerita tentang pariwisata, namun juga bagaimana memotong mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalbar.

“Kalau pariwisata kita kembangkan, tapi Covid juga berkembang. Siapa yang berani pergi. Emang ada orang yang mau datang ke Singkawang dan Pontianak dalam kondisi Covid yang masih merajalela,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved