Breaking News:

Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar Kembali Swab Acak Penumpang di Pelabuhan Dwikora Pontianak

Dengan adanya pemberlakuan eHAC, Ferry menyampaikan bahwa pemeriksaan Swab acak penumpang tetap dilaksanakan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Pemeriksaan swab PCR secara random kepada 50 orang dari 241 penumpang KM Lawit di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jalan Pak Kasih, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 10 Februari 2021. Pelabuhan Dwikora Pontianak menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk penumpang kapal yang naik atau turun di pelabuhan tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemeriksaan acak Swab PCR penumpang KM Lawit dengan rute Semarang menuju Pelabuhan Dwikora Pontianak Kalimantan Barat, Rabu 10 Februari 2021.

dr. Ferry Safariadi Kepala Bidang pelayanan dan kesehatan Provinsi Kalbar menyampaikan bahwa hari ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat kembali melaksanakan pemeriksaan random Cek terhadap penumpang kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

"Yang ini adalah penumpang kapal KM Lawit dari rute semarang menuju pontianak. Jumlah orang penumpang yang datang itu 240, dari 240 orang yang itu 50 orang diantaranya itu kita ambil secara random, secara acak untuk dilakukan pemeriksaan Swab," ungkapnya kepada Tribun.

Terkait penumpang yang terindikasi positif, Ferry menambahkan, dari beberapa data yang sudah terkumpul terdapat penumpang yang terindikasi positif.

Alimah Penumpang KM Lawit Dukung Pemeriksaan Tes Swab Acak di Pelabuhan Pontianak

"Dari data yang kemarin memang ada beberapa, nanti data lengkapnya nanti akan kita segera susulkan. Ada beberapa memang penumpang yang dinyatakan positif angka pastinya nanti akan kita umumkan secara resmi oleh bapak Kepala Dinas (kesehatan)," jelasnya.

Dengan adanya pemberlakuan eHAC, Ferry menyampaikan bahwa pemeriksaan Swab acak penumpang tetap dilaksanakan.

Pemeriksaan swab PCR secara random kepada 50 orang dari 241 penumpang KM Lawit di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jalan Pak Kasih, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 10 Februari 2021. Pelabuhan Dwikora Pontianak menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk penumpang kapal yang naik atau turun di pelabuhan tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pemeriksaan swab PCR secara random kepada 50 orang dari 241 penumpang KM Lawit di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jalan Pak Kasih, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 10 Februari 2021. Pelabuhan Dwikora Pontianak menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk penumpang kapal yang naik atau turun di pelabuhan tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani)

"Dengan adanya digitalisasi eHAC, jadi surat keterangan hasil pemeriksaan Covid-19 mereka itu masuk didalam EHac nah itu pemeriksaan seperti ini tetap kita lakukan karena berdasarkan pengalaman banyak penumpang kapal yang pada saat datang justru tidak mengisi EHac. Nah sekaligus tadi, teman-teman mengsosialisasikan pentingnya untuk mengisi EHac secara digital itu, secara elektronik itu," tuturnya.

Kemudian, Ferry menjelaskan terkait ketatnya aturan perjalanan bahwa dari pelabuhan asal seharusnya sudah tetapi karena perjalanan menggunakan kapal ini cukup panjang memakan waktu beberapa hari, sehingga itu yang dikhawatirkan.

"Karena inikan perjalanan panjang beberapa hari, 2 hari 1 malam sehingga itu yang kita khawatirkan. Mungkin pada saat dia berangkat dia (penumpang) tidak bergejala kemudian diperjalanan mungkin bisa saja dia bergejala dan itu akan berinteraksi dengan penumpang yang lainnya dan Itu yang khawatirkan," katanya.

"Makanya Ini sebagai bentuk penanganan di Permenkes nomer 413 dan direvisi kelima, itu sudah dinyatakan bahwa Pemerintah Daerah itu diperkenankan dipersilahkan untuk melakukan pengetatan pintu masuk, pemeriksaan di pintu masuk. Nah pelabuhan adalah salah satu pintu masuk di Provinsi Kalimantan Barat," lanjutnya.

Ia menyebut bahwa hasil pemeriksaan Swab acak penumpang ini maksimal pengumuman 2 hari dan hasilnya nanti ketika kedapatan terindikasi positif akan dihubungi secara langsung oleh Dinas Kesehatan. (*)

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved