Terancam Gagal Panen, Empat Ribu Batang Cabai Terendam Banjir
Itu baru berapa kali di panen. Tapi sekarang di terpa banjir, dan terancam tidak bisa panen
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Tingginya intensitas curah hujan di Kabupaten Sambas mengakibatkan beberapa tempat di Kabupaten Sambas mengalami genangan air yang cukup tinggi.
Tidak sedikit rumah bahkan kebun petani yang terdampak banjir, salah satunya adalah yang di alami Zulaiman petani cabe yang berasal dari Desa Serunai, Kecamatan Salatiga.
Dia katakan, di kebun cabe miliknya terendam banjir kurang lebih setinggi lutut orang dewasa.
Karenanya, dia khawatir banjir tersebut bisa mengganggu pertumbuhan tanaman cabe miliknya.
• Belasan Desa Terendam Banjir di Sambas, Zainudin: Belum Ada Warga yang Mengungsi
"Curah hujan yang tinggi mengakibatkan lokasi kebun cabenya terendam, sehingga sulit lagi untuk tanaman cabenya bisa tumbuh seperti biasa, dan bisa-bisa juga mengakibatkan kamatian pada tanaman cabenya," ujarnya, Selasa 9 Februari 2021.
Disampaikan oleh Zulaiman, tanaman cabe miliknya memang tergolong baru, dan baru di panen beberapa kali, dari masa tanam.
Lebih lanjut dia sampaikan, sebanyak empat ribu batang cabe yang terendam banjir.
Akibatnya kata Zulaiman, dia pun terancam tidak bisa panen, karena di khawatirkan gangguan hama.
"Lokasi lahan, di tanam cabe sekitar empat ribu tanaman, dan itu baru berapa kali di panen. Tapi sekarang di terpa banjir, dan terancam tidak bisa panen," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/empat-ribu-batang-tanaman-cabe-milik-zulaiman-di-desa-serunai92.jpg)