Breaking News:

Pabrik Kelapa Sawit PT PBL di Desa Engkadu Terancam Dilarang Terima Tandan Buah Segar

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Tokoh Masyarakat Desa Engkadu Sinding kepada Komisi B DPRD Landak, saat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Desa Engkadu Andirius (kanan) dan Ketua Bumdes Engkadu Adi (kiri) saat menyampaikan permasalahan dengan PT BPL kepada DPRD Landak pada Selasa 9 Februari 2021 

Kepala Desa Engkadu Andirius menyampaikan, memberi waktu satu pekan kepada PT PBL agar dapat menelaah dan mengakomodir segala tuntutan yang sudah disampaikan. "Kami beri waktu 1 minggu, untuk menanggapi tuntutan kami," tutur Kades.

Sementara itu perwakilan managemen PT PBL Suyanto dalam kesempatan itu belum memberikan jawaban yang spesifik terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat dan Bumdes Engkadu.

Namun hanya menceritakan kronologi pabrik PT PBL bisa berdiri, dan dalam prosesnya tidak ujuk-ujuk langsung membangun.

"Jadi pabrik berdiri, berangkat dari yang saat itu PTPN Lockdown, dan ada 5 pabrik yang tidak bisa beroperasi. Saat itu buah sawit yang ada di Kabupaten Landak banyak lari ke Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sanggau. Kemudian Bupati berinisiatif mencari investor, siapa yang bisa membangun pabrik dan menampung buah sawit masyarakat Kabupaten Landak," katanya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemda, sehingga proses pembangunan pabrik bisa berjalan dengan lancar. "Setahun kami mengurus ijin dan selesai, pabrik bisa juga langsung berdiri," terangnya.

Sehingga terkait dengan legalitasnya semua sudah kelar, dan mengacu dengan Permentan 98 dan 21. "Terkait ijin-ijin A sampai Z sudah lengkap, hanya ijin pembuangan limbah Line Aplikasi yang belum," akunya.

Lanjut dia, masih menceritakan proses pembangunan pabrik, kemudian pihaknya ke Disbun untuk menanyakan siapa-siapa koperasi yang bisa menjadi mitra. "Akhirnya kami menemukan koperasi yang bisa bermitra," tambahnya.

Sedangkan berkaitan dengan angkutan CPO, itu sudah diurus dari Buyer, yang memang sudah ngelink.

"Tapi kalau ada mobil tangki, bisa kita bantu. Untuk angkutan cangkang dan bungkil, juga diurus buyer," tutupnya. (*)

Update Berita Pilihan
Tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > DI SINI

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved