Breaking News:

Kaget Anaknya Terjaring Razia, Orangtua Perketat Pengawasan Terhadap Anak

"Saya pun terkejut, pulang jam dua pagi, kemana, kata saya. Baru kali ini," kata warga Sungai Jawi Kecamatan Matan Hilir Selatan ini saat ditemui di M

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Jonathan beserta jajaran saat memimpin rilis aksi kebut-kebutan dan balapan liar di sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Satu diantara orangtua yang anaknya terjaring razia aksi kebut-kebutan dan balapan liar, Iswandi (41) mengaku kaget kalau anaknya yang masih berusia 16 tahun terjaring razia oleh Satlantas Polres Ketapang.

Ia pun mengaku kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi.

"Saya pun terkejut, pulang jam dua pagi, kemana, kata saya. Baru kali ini," kata warga Sungai Jawi Kecamatan Matan Hilir Selatan ini saat ditemui di Mapolres Ketapang, Senin 8 Januari 2021.

Setelah kejadian ini, ia pun memastikan tak akan membebaskan anaknya untuk mengendarai sepeda motor.

Kedepan, ia pun akan lebih memperketat pengawasan terhadap anaknya tersebut. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Polres Ketapang Jaring 59 Orang dan 45 Unit Sepeda Motor yang Diduga Terlibat Aksi Balap Liar

"Tidak akan saya biar kan lagi dia pakai motor kalau tidak jelas. Saya juga tidak mau hal seperti ini terjadi lagi," tandasnya.

Sementara itu satu diantara pengendara yang terjaring razia, Jupri (24) mengaku menyesal setelah sepeda motornya diamankan oleh Satlantas Polres Ketapang saat melakukan razia aksi kebut-kebutan dan balapan liar di Jalan R Suprapto Ketapang.

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Jonathan beserta jajaran saat memimpin rilis aksi kebut-kebutan dan balapan liar di sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang.
Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Jonathan beserta jajaran saat memimpin rilis aksi kebut-kebutan dan balapan liar di sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang. (TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA)

Jupri pun mengaku kalau pada saat itu dirinya mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang. Namun, ia diamankan lantaran sepeda motor yang dikendarainya menggunakan knalpot racing dengan suara yang berisik.

"Ia saya sadar suaranya memang berisik. Karena menurut saya itu bikin saya tidak ngantuk kalau sedang bepergian jauh. Jadi alasan menggunakan knalpot itu karena agar tidak ngantuk saja," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved