Breaking News:

Penjual Pernak-pernik Imlek Akui Penurunan Omzet, Imbas Adanya Larangan Perayaan

Satu diantara penjual perangkat sembahyang dan pernak-pernik Imlek di Ketapang, Acek Tebu mengaku penjualan jelang Imlek tahun ini sangat menurun dras

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Satu diantara Toko Penjual Pernak-pernik Imlek di Jalan Merdeka, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sejumlah pedagang pernak-pernik dan perangkat sembahyang masyarakat Tionghoa di Kabupaten Ketapang mengaku mengalami penurunan omzet menjelang Imlek dan Cap Go Meh 2021.

Hal tersebut diduga imbas dari adanya larangan perayaan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh 2021 yang mengumpulkan banyak orang.

Satu diantara penjual perangkat sembahyang dan pernak-pernik Imlek di Ketapang, Acek Tebu mengaku penjualan jelang Imlek tahun ini sangat menurun drastis.

Menurutnya hal ini imbas dari pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai.

"Jauh sekali omset penjualan tahun ini, bahkan sampai 80 persen lebih turunnya. Karena saat pandemi ini kan banyak yang di larang ya, jadi minat masyarakat Tionghoa untuk membeli perhiasan imlek itu jauh berkurang," kata Acek, Sabtu 6 Februari 2021.

Imlek Dimasa Pandemi, Politisi Tionghoa Asal PKB Ajak Jaga Silaturahmi Walau Jarak Jauh

Pria yang sudah menekuni usaha alat sembahyang sejak tahun 2012 ini menambahkan, untuk tahun ini dirinya tak berani memasok pernak-pernik imlek sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau tahun ini kita tak berani stok banyak, hanya barang-barang yang kemungkinan besar dibeli saja, karena takut tidak habis. Paling banyak kita stok cuma lampion, stiker doa, sama kantong angpao, selebihnya hanya peralatan sembahyang," tambahnya.

Ada juga Penjual peralatan sembahyang di jalan Merdeka, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Dessy mengatakan, untuk tahun ini omzet penjualan memang berkurang sangat jauh, meski setiap harinya diakuinya masih ada pembeli.

Jelang Imlek, PKB Tegaskan Terus Kawal Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan

"Memang betul penjualan tahun ini jauh menurun, tak bisa dielakan karena pandemi. Walaupun di toko kita setiap hari selalu ada yang belanja barang-barang kecil, kalau tahun kemarin banyak yang datang pake borong untuk perhiasan rumah," ujarnya.

Untuk itu Dessy berharap, agar pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah pandemi Covid-19 di Indonesia dengan vaksin yang sudah diedarkan. Agar seluruh umat beragama dapat kembali merayakan perayaan ibadah mereka masing-masing dengan sukacita.

"Ya mudah-mudahan pak Jokowi bisa cepat menyelesaikan masalah covid ini, kan sudah ada vaksin yang di bagikan. Jadi tahun depan kita bisa meriah lagi, IdulFitri bareng teman, Natal sama teman, Imlek bisa meriah kaya tahun lalu, kalau seperti ini kan semua jadi tidak meriah," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved