Breaking News:

Imlek dan Cap Go Meh di Sekadau Tanpa Perayaan

Sementara untuk ritual atau sembahyang di klenteng tetap diperbolehkan dengan ketentuan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jumlah yang boleh sembahy

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Klenteng di Jl. Irian Sekadau Hilir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Sekadau pastikan tidak ada kegiatan seremonial saat perayaan Imlek 2572 dan Cap Go Meh di Sekadau, Minggu 7 Februari 2021.

Sekretaris MABT Kabupaten Sekadau, Julianto mengatakan peniadaan kegiatan tersebut sesuai instruksi DPP MABT dan surat edaran Gubernur Kalimantan Barat berisi tentang pembatasan kegiatan masyarakat dan pelarangan sementara perayaan Cap Go Meh tahun 2021.

Sementara untuk ritual atau sembahyang di klenteng tetap diperbolehkan dengan ketentuan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jumlah yang boleh sembahyang juga tidak ditentukan.

"Boleh melaksanakan kegiatan perayaan Imlek di rumah masing-masing tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk bepergian keluar kota tidak ada larangan tetapi disarankan tidak dulu, karena masih pandemi Covid-19," ujarnya.

Kapolres Sekadau Pimpin Bakti Sosial Menyambut Tahun Baru Imlek

Meski perayaan seremonial ditiadakan, MABT Kabupaten Sekadau tetap melaksanakan kegiatan tahunan yakni berbagi kasih kepada sesama. Adapun donasi tersebut berupa uang dan dan kue keranjang.

Pengumpulan donasi dilakukan di Yayasan Bahkti Luhur Lama, komplek Pekong Fhuk Thet Chie Jalan Irian Sekadau Hilir, sejak tanggal 25 Januari sampai 5 Februari dan di salurkan pada 7 Februari 2021, yang ditargetkan bagi 134 orang penerima.

MABT juga membagikan 1.200 buah lampion kepada masyarakat Tionghoa di 6 kecamatan se-Kabupaten Sekadau. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved