Breaking News:

Petani Hidroponik Akui Listrik Dorong Pertumbuhan Bisnis Agrikultur

Listrik menjadi sumber penggerak utama bisnis agriculture yang saya miliki, tanpa listrik usaha saya tidak bisa dijalankan.

TRIBUN/FILE
Listrik dorong pertumbuhan bisnis agrikultur hidroponik di Siantan Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tak hanya digunakan untuk penerangan dan menunjang aktifitas di rumah saja, ternyata listrik PLN mampu mendorong peningkatan produktivitas bisnis agrikultur tanaman hidroponik.

Hal itu diungkapkan oleh Wili (34), pemilik kebun hidroponik 'Lowes Farm' yang berlokasi di jalan Selat Sumba, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.

Mendulang Rupiah dari Sayuran Hidroponik, Owner Hidroponti Berbagi Kisahnya

"Listrik menjadi sumber penggerak utama bisnis agrikultur yang saya miliki, tanpa listrik usaha saya tidak bisa dijalankan, sebab seluruh aktivitas di kebun hidroponik semuanya ditunjang oleh listrik, mulai dari pompa air, penyaluran oksigen, penerangan, serta pengatur suhu didalam rumah hidroponik," ungkap Wili.

Usaha perkebunan hidroponik miliknya ini ditekuninya sejak tahun 2018 lalu.

Bermula dilakukan di pekarangan rumah, lalu berkembang hingga kini memiliki lahan yang disewa dari warga dijalan Selat Sumba.

Lihat Yuk, Gaya Bupati Karolin Margret Natasa Panen Padi hingga Sayuran Hidroponik

"Dari dulu saya memang menggemari bisnis agrikultur khususnya perkebunan, baru tahun 2018 beralih ke hidroponik karena lebih mudah dan efisien," cerita Wili.

Jenis sayuran yang ditanam antara lain sawi, bayam, kangkung, kailan, pok choi, kailan, dan lain-lain.

Menurut Wili, dengan menggunakan listrik, produktivitas usahanya terus meningkat, sayur-mayur yang ditanam lebih subur.

VIDEO: Mantan Satpam Sukses Jadi Pengusaha Sayuran Hidroponik

"Butuh waktu sekitar 20 hari sejak penyemaian, sayuran sudah bisa dipanen dan siap dipasarkan, karena prosesnya dapat kita atur tanpa tergantung dengan kondisi cuaca," tutur Wili.

Hasil kebun hidroponik miliknya dipasarkan di beberapa super market besar yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya. Setiap hari Ia harus menyiapkan ratusan paket sayur-mayur.

Omzet per bulan yang Ia dapatkan sekitar 20 juta lebih, dengan keuntungan bersih antara Rp 12 juta hingga Rp 13 juta per bulan.

Panen Sawi Organik, Bupati Landak Ajak Masyarakat Budidayakan Sayuran Hidroponik

"Di masa pandemi ini, permintaan sayuran hidroponik justru meningkat tajam, kadang saya kewalahan juga dalam memenuhi permintaan pasar," imbuh Wili tersenyum.

Sementara itu, General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, mengungkapkan bahwa pihaknya siap mendukung pertumbuhan bisnis dan usaha yang dimiliki oleh masyarakat dengan terus menjaga kualitas layanan kelistrikan sehingga usaha yang dijalankan tidak terganggu dengan adanya gangguan listrik.

"Meningkatnya kualitas pasokan listrik tentunya dapat mendorong sektor bisnis dan usaha agar terus berkembang ditengah-tengah masyarakat," kata Ari

"Kami berharap keberadaan listrik PLN juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Usaha yang dijalankan dapat terus berkembang meski ditengah pandemi yang masih terus melanda," pungkas Ari.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved