Breaking News:

Sutarmidji Soroti Atraksi Naga dan Barongsai di GAIA Bumi Raya City Kubu Raya

Gubernur juga memastikan saat pandemi Covid-19 bukan berarti harus menghentikan segala kegiatan, namun dilakukan pembatasan.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Sutarmidji di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin 1 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyoroti potongan video yang menunjukkan pengunjung menonton atraksi naga dan barongsai di GAIA Bumi Raya City Kubu Raya.

Sutarmidji meminta pengelola mal di Kalbar menerapkan protokol kesehatan (Prokes) di tempat bisnis mereka. 

Sutarmidji juga mengakui hadir  saat persemian GAIA Bumi Raya City di Kubu Raya beberapa waktu lalu.

Saat peresmian, jelas Sutarmidji, manajemen menerapkan protokol kesehatan. Gubernur juga memastikan saat pandemi Covid-19 bukan berarti harus menghentikan segala kegiatan, namun dilakukan pembatasan.

“Beberapa waktu lalu saya meresmikan mal, karena kalau buka ada lebih 1.500 menyerap tenaga kerja dan tetap menggunakan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” ujar Sutarmidji kapada awak media, Senin 1 Februari 2021.

Ia mengatakan, jika kegiatan ekonomi dihentikan, bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Intinya adalah tetap gunakan protokol kesehatan. Tracing diperlukan untuk mencegah agar bisa menekan penyebaran,” kata Sutarmidji.

Viral Video Kerumunan di Gaia Bumi Raya City, Berikut Tanggapan Gubernur Sutarmidji

Saat persemian, lanjut Sutarmidji, tamu yang hadir sudah disurvei agar saat acara tidak terjadi kerumunan. Sehingga yang diundang hanya sekitar 200 orang.

“Jadi yang diundang pada saat peresmian ada 200 orang saja karena gedung ada dua lantai. Kemudian yang masuk sudah diperiksa dalam segala aspeknya. Kalau misal ada orang yang positif tapi pakai masker maka tidak potensi menularkan dan yang memakai masker juga bisa terhindar,” paparnya.

Gubernur mengatakan, yang menjadi pertimbangan kenapa diresmikannya GAIA Bumi Raya City adalah masalah ekonomi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved