Breaking News:

Setelah Non-Aktif, Dr Syarif Kembali Jabat Rektor IAIN Pontianak

Pengaktifan kembali Dr Syarif sebagai Rektor IAIN Pontianak setelah dia menang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, dengan nomor registrasi

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak periode 2018-2022 Dr Syarif, S.Ag., MA saat menerima SK dari Kemenag tentang pengangkatan kembali sebagai Rektor IAIN Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak periode 2018-2022 Dr Syarif, S.Ag., MA kembali aktif sebagai rektor IAIN Pontianak, setelah sebelumnya dinon aktifkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) beberapa waktu yang lalu.

Pengaktifan kembali Dr Syarif sebagai Rektor IAIN Pontianak setelah dia menang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, dengan nomor registrasi 165/G/2020-PTUN Jakarta tanggal 20 Januari 2021, berkaitan dengan banding putusan Kemenag Nomor 70/B.II/2/PDJ/2020 tanggal 23 Juni 2020.

Pengangkatan kembali Syarif sebagai Rektor IAIN Pontianak kembali ini, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Agama Nomor 6/B.II/2/Pc/2021.

Dr. Syarif Kembali Jabat Rektor IAIN, Sukiryanto: Saya Ucapkan Selamat

Dalam SK tersebut, di sampaikan bahwa memutuskan mencabut SK Nomor 70/B.II/2/PDJ/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang pembebasan dari jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Pontianak.

Dalam surat tersebut juga meminta untuk merehabilitasi harkat dan martabat Dr Syarif, S.Ag., MA dalam jabatan semula sebagai Rektor IAIN Pontianak. Dan berlaku sejak tanggal di tetapkan.

Rektor IAIN Pontianak Dr Syarif, S.Ag., MA kepada Tribun mengatakan, dirinya menerima lansung surat tersebut dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Alhamdulillah, SK nya sudah di terima per tanggal 1 Februari kemarin," ujarnya, Selasa 2 Februari 2021.

Kata dia, dengan demikian dirinya sudah aktif kembali menjadi Rektor IAIN Pontianak setelah SK tersebut diterima kemarin.

"Sudah, aktif kembali sejak SK tersebut di keluarkan 1 Februari kemarin. Mudah-mudahan ini menjadi hal yang baik bagi keluarga besar IAIN Pontianak," katanya.

Setelah kembali aktif menjadi Rektor IAIN Pontianak, dia pun mengaku akan melakukan yang terbaik untuk kampus IAIN Pontianak. Dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, PLT Rektor IAIN Pontianak Dr H Waryono Abdul Ghofur, M.Ag mengaku dengan adanya SK Kementerian Agama tersebut. Maka tugasnya sebagai PLT Rektor IAIN Pontianak sudah berakhir.

"Dengan terbitnya SK ini, maka secara hukum sebagai PLT tugas saya sudah selsai," ungkapnya.

Karenanya, dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu melancarkan tugasnya selama menjabat PLT Rektor IAIN Pontianak.

"Terimakasih atas atensi dan kerjasamanya. Dan mohon maaf atas segala khilaf," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved