Breaking News:

DLH Pontianak Kerahkan 700 Petugas Kebersihan, Saptiko: Volume Sampah Berkurang hingga 10 Persen

Meski petugas belum bisa menjangkau ke seluruh penjuru Kota Pontianak, namun selama ini sudah berjalan dengan lancar.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas Kebersihan berusaha mengangkut tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Upaya menjaga kebersihan di Kota Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mengerahkan 700 petugas kebersihan.  Para petugas ini terbagi dalam beberapa bidang tugas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Saptiko mengatakan para petugas DLH punya jam kerja yang berbeda-beda. Mereka adalah petugas penyapuan hingga pengangkutan.

"Kita mulai dari penyapuan di pagi jam 01.00 (dini hari) sampai di kawasan Kota Pontianak hingga jam 8 pagi dilakukan. Kemudian pengangkutan dari TPS ke tempat pembuangan akhir di Batu Layang," ujarnya, Senin 1 Februari 2021.

Kadis Lingkungan Hidup Pontianak Sebut Jumlah Sampah Berkurang 5 Hingga 10 Persen

Sedangkan untuk penyapu keliling dilakukan hingga sore hari untuk menjaga kebersihan di Kota Pontianak.

Meski petugas belum bisa menjangkau ke seluruh penjuru Kota Pontianak, namun selama ini sudah berjalan dengan lancar.

Saptiko mengungkapkan, pandemi Covid-19 turut berdampak pada kondisi persampahan di Kota Pontianak. Ia menyebut volume sampah berkurang 5 hingga 10 persen, lantaran aktivitas masyarakat berkurang.

Meski penurunan ini tidak terlalu signifikan, ia menilai positif hal tersebut. Kendati demikian, pihaknya pun terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah sampah yang ada di Kota Pontianak untuk menjadikan Pontianak sebagai kota yang bersih.

Oleh karena itu, ia pun mengajak kepada masyarakat agar bersama-sama mengurangi sampah. Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pihaknya, di antaranya adalah pemanfaatan bank sampah.

"Kita berharap masyarakat bisa memilah mana sampah organik dan non organik, kemudian kita kembangkan bank sampah hingga masyarakat bisa menjadi bagian dari bank sampah," ujarnya.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah budidaya maggot atau belatung yang dihasilkan dari lalat berjenis Black Soldier Fly (BSF).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved