Merintis PAUD dari Nol, Admayati Tak Pantang Menyerah
Ia melanjutkan, setelah diusir beruntungnya ada orang tua murid yang berbaik hati menawarkan tempat untuk mendirikan PAUD.
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjadi seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukanlah hal mudah dan dibutuhkan tekad yang kuat agar dapat bertahan pada niat awal.
Seperti yang diungkapkan oleh Pengelola PAUD Taman Ceria, Admayati SPd, yang hadir pada Tribun Pontianak Official Podcast ( Triponcast) edisi Bebincang Pendidikan.
Ia menceritakan pengalamannya merintis PAUD Taman Ceria yang dulunya menumpang di tanah warga dan diusir ketika telah berjuang mendapatkan izin.
Karena memiliki sifat pantang menyerah, meskipun diusir ia tetap bertahan mempertahankan PAUD Taman Ceria ini meskipun lokasinya masih menumpang.
Ia melanjutkan, setelah diusir beruntungnya ada orang tua murid yang berbaik hati menawarkan tempat untuk mendirikan PAUD.
• Dewan Singkawang Paryanto Dukung Guru TK dan Paud Adakan Konsultasi Belajar
"Pada saat itu, saya tawkal karena dipinjam tanah untuk mendirikan PAUD, sedangkan saya pada masa itu pun belum memiliki rumah, namun diharuskan untuk mendirikan PAUD. Akhirnya dengan keberanian dan tekad yang besar, sampai hari ini bangunan tersebut masih kita pakai," kenangnya.
Ia mengatakan semenjak Pemerintah Kubu Raya menggalakkan PAUD, banyak akhirnya orang tua yang sadar akan pentingnya PAUD.
"Ketika paud lagi digencarkan oleh pemerintah, Alhamdulillah kami mendapatkan pertolongan dengan pemerintah mengkampenyekan paud.Bunda Paud, yakni Rosalina Muda selalu mengkampenyekan bahwa pendidikan anak usia dini itu perlu," jelasnya kepada Tribun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pengelola-paud-taman-ceria-admayati-spd-44.jpg)