Breaking News:

DPRD Bahas Kerusakan Ruas Jalan Provinsi di Dapil Ketapang V dan Jelai Hulu

Sejumlah anggota dewan yang hadir diantaranya Irawan, Gusmani, Supriyanto, Akim, Luhai, Riyan Heryanto, Ardani Fauzi, Heri Susanto, Jhonny Hendrawanto

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rapat kerja lintas komisi dan fraksi DPRD Kabupaten Ketapang membahas sejumlah kerusakan jalan provinsi di Dapil Ketapang V dan Kecamatan Jelai Hulu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang menggelar rapat dengan sejumlah pihak, Selasa 26 Januari 2021.

Rapat tersebut membahas kerusakan jalan menuju daerah pemilihan Ketapang V dan Kecamatan Jelai Hulu.  Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV Achmad Sholeh. 

Sejumlah anggota dewan yang hadir diantaranya Irawan, Gusmani, Supriyanto, Akim, Luhai, Riyan Heryanto, Ardani Fauzi, Heri Susanto, Jhonny Hendrawanto, dan Tini. Mereka merupakan utusan dari masing-masing fraksi dan komisi di DPRD Ketapang.

Pemda Ketapang Siapkan Langkah-langkah Persiapan Percepatan Vaksinasi

Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Achmad Sholeh mengatakan mengenai akses jalan menuju dapil V dan Kecamatan Jelai Hulu tersebut mendapat perhatian khusus, karena kerusakan jalan cukup parah. 

"Kerusakan jalan provinsi tersebut diakibatkan kendaraan perkebunan dan pertambangan serta curah hujan yang cukup tinggi," kata Sholeh.

Beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan parah di antaranya Sungai Gantang - Kelampai, ruas jalan Tumbang Titi - Jelai Hulu dan ruas jalan Parung 10 Sungai Gantang - Kelampai. 

Kerusakan jalan tersebut mengakibatkan biaya untuk kebutuhan masyarakat menjadi tinggi, belum lagi menghadapi musim hujan sekarang ini.

"Harapan masyarakat kepada anggota DPRD Ketapang adanya kepedulian dari Pemerintah Daerah, termasuk Pemerintah Provinsi, karena status jalan yang rusak merupakan ruas jalan provinsi," ujarnya.

Selain itu, politisi partai Golkar itu mengungkapkan, kerusakan jalan termasuk di Kecamatan Air Upas dan Marau, untuk menuju dapil V terpaksa melalui akses jalan kebun.

"Sudah dari tahun ketahun jalan tersebut seperti itu. Padahal putaran uang dan perekonomian di sana cukup besar. Selain itu alternatif lain masyarakat harus berbelanja ke Sukamara (Kalteng)," jelasnya.

Sementara anggota DPRD Ketapang lainnya, Irawan mengatakan dirinya merasa malu melihat kondisi jalan seperti itu. 

Bahkan beranggapan dirinya seolah-olah menjadi asing, karena usulan-usulan perbaikan peningkatan jalan provinsi tersebut belum terwujud. 

"Belum lagi banyaknya meeting-meeting jalan yang dibuat masyarakat. Hal ini membuat ongkos menjadi besar," ungkap Irawan.

Rapat kerja lintas komisi dan fraksi ini menghadirkan Penjabat Sekretaris Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD Ketapang. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved