Ketua DPRD Pontianak Satarudin Akan Panggil Dinas Terkait Bahas Belajar Tatap Muka
Menurutnya, jika kasus covid-19 di Kota Pontianak terus menurun, bisa saja untuk tahap awal dilakukan Role model atau percontohan belajar tatap muka d
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyampaikan, terkait rencana belajar tatap muka pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil dinas-dinas terkait untuk membahas lebih lanjut.
"Insya Allah, dalam waktu dekat ini awal Februari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan akan kita panggil untuk menjelaskan terkait sekolah tatap muka," jelas Satarudin, Sabtu 30 Januari 2021.
Menurutnya, jika kasus covid-19 di Kota Pontianak terus menurun, bisa saja untuk tahap awal dilakukan Role model atau percontohan belajar tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 secara ketat.
Namun, jika kasus covid-19 masih dalam katagori tinggi, maka untuk menghindari penularan virus Covid-19 bagi peserta didik, lebih baik belajar secara daring saja.
• Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin Pastikan Vaksinasi Covid-19 Aman Untuk Masyarakat
"Kita lihat nanti di atas tanggal 15 Februari mudah-mudahan di Pontianak tidak ada penambahan kasus baru, hingga sekolah bisa kita terapkan tatap muka dengan protokol kesehatan covid-19 secara ketat," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Syahdan Aziz mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu Surat Edaran dari Wali Kota Pontianak sekaligus sebagai ketua Satgas Covid-19.
Hingga kini pun, proses belajar mengajar dilaksanakan secara online.
Diakuinya memang belajar secara daring kurang efektif bagi siswa, lantaran beberapa hambatan seperti gangguan internet dan fasilitas lainnya.
Jikapun nantinya ada SE Wali Kota Pontianak tentang dibolehkan belajar tatap muka, Syahdan pun memastikan semua guru atau tenaga pendidik sudah divaksin.
"Memang nanti akan ada guru divaksin, agar setelah divaksin agar jika sekolah mulai belajar tatap muka tidak ada kekhawatiran lagi kepada siswa dan orang tua siswa," imbuhnya.
• Pria di Pontianak Ini Diciduk Polisi Saat Sedang Enak-enaknya Tidur di Rumah Mertua
Disini lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, bahwa vaksinasi kepada guru akan digelar pada pertengahan Februari 2021. Yang mana vaksinasi itu akan bersamaan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memang kalangan guru juga merupakan bagian dari ASN.
"Jika guru telah diimunisasi maka keyakinan pendidikan bisa bergerak dan anak-anak bisa belajar dengan baik," kata Sidiq Handanu.
Namun, untuk saat ini vaksinasi tahap pertama dilaksanakan kepada Tenaga Kesehatan dan ditargetkan selesai pertengahan Februari 2021.
Untuk itu, jika tahap pertama vaksinasi kepada nakes sudah selesai, maka akan dilanjutkan kepada TNI-Polri dan ASN serta diprioritaskan kepada guru.
Ia menyebutkan jumlah nakes yang sudah divaksin sejak 14-29 Januari 2021 sebanyak 4.049 orang yang hadir vaksinasi dan sudah sebanyak 2.560 orang yang layak divaksin.
Sedangkan target dari pusat, nakes untuk divaksin sebanyak 4.635 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/satarudin-1121.jpg)