Breaking News:

Siswa Sekolah Polisi Negara Asal Jungkat Sosialisasi Protokol Kesehatan di Kampung Sendiri

Wajah ketiganya tampak familiar bagi warga Jungkat, sebab, mereka memang siswa SPN Pontianak yang berasal dari Kecamatan Jungkat.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Siswa SPN Saat melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan, ketiga siswa ini tampak berdiri di tepi jalan, persis di depan Masjid Al Kahfi, sambil memegang pamflet yang bertuliskan “Masker Melindungi Kamu dan Orang Sekitarmu". 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jemaah Masjid Al Kahfi, Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, yang baru saja usai menunaikan Salat Jumat, tertarik dengan hadirnya tiga siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) yang menyampaikan imbauan penggunaan masker. 

Wajah ketiganya tampak familiar bagi warga Jungkat, sebab, mereka memang siswa SPN Pontianak yang berasal dari Kecamatan Jungkat. 

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, mengatakan, ketiga siswa SPN tersebut merupakan putra daerah Kecamatan Jongkat. 

“Ketiganya saat ini tengah menempuh Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri di SPN Pontianak. Mereka adalah Muhammad Hairul, Eriko Mukromin dan Repi Arpiandi,” jelas Rahmad Kartono. 

Sat Sabhara Polres Mempawah Ajak Pemuda Sebagai Pelopor Penerapan Protokol Kesehatan

Saat menyampaikan sosialisasi protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat, ketiganya didampingi mentor siswa, Brigpol Seto Daru Indro, yang juga Bhabinkamtibmas Desa Sungai Nipah. 

Saat melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan, ketiga siswa ini tampak berdiri di tepi jalan, persis di depan Masjid Al Kahfi, sambil memegang pamflet yang bertuliskan “Masker Melindungi Kamu dan Orang Sekitarmu”.

“Sasaran sosialisasi para siswa ini tidak hanya ditujukan bagi jemaah Masjid Al-Kahfi yang baru menunaikan Salat Jumat, tapi juga para pengguna yang yang cukup ramai melintasi Jalan Raya Jungkat,” ungkap Rahmad Kartono. 

Hadirnya para siswa Diktukba Polri ke kampung halaman masing-masing, merupakan kebijakan Mabes Polri terkait pengalihan metode proses belajar mengajar. Yang biasanya tatap muka, maka sejak pandemi Covid-19, para siswa dipulangkan ke wilayah pengiriman masing-masing. 

“Jadi karena situasi global masih pandemi, maka untuk sementara Mabes Polri menerapkan kebijakan proses pembelajaran Diktukba menggunakan metode jarak jauh dan didampingi para mentor yang telah ditunjuk di setiap jajaran Polsek,” beber Kapolsek. 

Tidak saja mentor dari jajaran Polsek, pembelajaran jarak jauh turut melibatkan orangtua peserta didik dan tokoh masyarakat setempat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved