Breaking News:

Penyebab Bupati Karolin Margret Natasa Tidak Bisa Terima Vaksin Covid-19

Bupati Landak Karolin Margret Natasa pada kesempatan itu menyampaikan, kedatangan vaksin Covid-19 ini menandai dimulainya vaksinasi di Kabupaten Landa

TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa saat akan menandatanggani BA serah terima vaksin Covid-19, Rabu 27 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Vaksin Covid-19 untuk tahap pertama di Kabupaten Landak tiba di Kantor Dinas Kesehatan Landak pada Rabu 27 Januari 2021 sekitar pukul 09.30 WIB.

Kedatangan Vaksin diterima langsung oleh Bupati Landak dr Karolin Margret di dampinggi Sekda Landak Vinsensius S S Sos, Kepala Dinas Kesehatan Landak Subanri, serta Forkopimda Landak.

Selanjutnya langsung dilaksanakan vaksinasi terhadap 10 orang sesuai undangan Bupati Landak, terdiri dari Forkopimda, Tokoh Masyarakat, termasuk Sekda Landak dan yang menjadi orang pertama.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa pada kesempatan itu menyampaikan, kedatangan vaksin Covid-19 ini menandai dimulainya vaksinasi di Kabupaten Landak.

Vinsensius Menjadi Orang Pertama Terima Vaksin di Kabupaten Landak, Begini Ungkapannya

"Terimakasih kepada tim hingga vaksin bisa sampai di sini dengan baik. Saya harap para aparatur pemerintan dan Forkopimda mohon kerjasamanya untuk bisa melaksanakan vaksinasi dalam rangka memutus mata rantai Covid-19," ujar Bupati.

Diakui Karolin, kita patut bersyukur atas kerja cepat dari Pak Presiden, karena awalnya untuk di Kabupaten Landak dijadwalkan vaksin akan tiba pada awal bulan Februari, tapi masih di bulan Januari sudah datang.

"Semoga kita bisa menang perang melawan Covid-19. Para tokoh masyarakat juga akan divaksin, dan Forkopimda ada yang mendapat vaksin pertama. Ini untuk membuktikan vaksin ini aman dan efektif," kata Bupati.

Disampaikannya, ada 2.400 vaksin untuk dua dosis penyuntikan, jadi tahap pertama ini untuk 1.200 orang. "Target saya satu minggu, jangan sampai dua minggu karena dikhawatirkan akan rusak," harapnya.

Pendistribusian 36.880 Vaksin Sinovac untuk 11 Daerah di Kalbar Lewat Jalur Darat dan Udara

Dimana untuk dosis ke dua akan dilaksanakan lagi setelah dua 2 minggu dari divaksin pertama. "Kepada para Forkopimda, semoga ini dapat memberikan contoh kepada masyarakat kita," ungkapnya.

Karolin juga menyampaikan, vaksin Covid-19 ini nanti akan diutamakan untuk para tenaga kesehatan, karena mereka adalah garda terdepan dalam memeranggi Covid-19.

Namun demikian kata Karolin, ada beberapa faktor bagi sesorang untuk tidak bisa diberi vaksin Covid-19. Seperti sudah pernah terkonfirmasi Covid-19, punya penyakit jantung, ginjal.

"Termasuk juga tidak bisa untuk ibu hamil, seperti saya. Jadi mohon maaf bapak-bapak, bukan karena saya tidak kompak dengan bapak-bapak Forkopimda ya," ungkap Karolin. (*)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved