Breaking News:

Satpol PP Giring Kelompok Anak Punk, Pengemis, Pengamen Serta ODGJ di Kota Singkawang

Mereka yang terjaring patroli ini kemudian di giring petugas ke Kantor Satpol PP Kota Singkawang. Disana mereka di interogasi dan data oleh para petug

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Para anak jalanan atau anak punk, pengemis, pengamen, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sedang berjongkok mendengarkan arahan petugas Satpol PP, Selasa 26 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sering kali mendapat keluhan dan laporan dari warga terkait aktivitas para remaja jalanan atau anak punk serta pengamen dan pengemis, Satuang Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang menggelar patroli ke berberapa tempat di Kota Singkawang pada Selasa 26 Januari 2021 pagi.

Sedikitnya 20 orang terjaring pada patroli ini, 15 diantaranya adalah para anak jalanan atau anak punk, tiga orang pengemis, dan satu orang pengamen, serta satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Mereka yang terjaring patroli ini kemudian di giring petugas ke Kantor Satpol PP Kota Singkawang. Disana mereka di interogasi dan data oleh para petugas serta diberikan pembinaan dan sanksi ringan.

Mereka diminta petugas untuk berbaris di bawah terik matahari pagi, kemudian mengikuti gerakan perenggangan olahraga yang diperagakan langsug oleh petugas Satpol PP.

Usai melakukan perenggangan, petugas meminta mereka berjalan jongkok, kemudian membersihkan halaman sebagai sanksi atas tindakan mereka.

Baca juga: Camat Singkawang Barat Berganti, Berikut Harapan Danramil Kepada Camat Untuk TNI

Kepala Satpol PP Kota Singkawang, Karjadi mengatakan perbuatan mereka ini menjadi keresahan bagi masyarakat Kota Singkawang.

Kerap kali pihaknya menerima laporan atas aktivitas para anak punk, pengemis dan pengamen ini.

"Berberapa laporan yang kami terima, warga merasa terganggu dengan aktivitas mereka ini, ketika sedang menikmati menu makanan, seketika mereka datang dengan bau yang kurang sedap, sehingga mengganggu pengunjung tempat makan," jelas Karjadi kepada wartawan, Selasa 26 Januari 2021.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, aktivitas seperti pengemis, pengamen, anak-anak punk dan peminta-minta sumbangan dilarang di Kota Singkawang.

Sehingga, dia dengan tegas akan menindak setiap aktivitas seperti itu, dengan menggiring mereka ke Kantor dan di data serta di berikan arahan, pembinaan, dan sanksi.

"Agar mereka kapok dan tidak mengulangi aktivitas seperti ini, mencari uang dengan cara mengemis," tegas Karjadi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved