Antisipasi Ruang Isolasi dan Rumah Singgah Covid-19 Over Kapasitas, Ini Upaya Dinkes Sekadau

Untuk tingkat keterisian di ruang isolasi RSUD Sekadau saat ini 60 persen, dengan 5 orang pasien. Sementara di rumah singgah 40 persen dengan 5 orang

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau Henry Alpius. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Antisipasi ruang isolasi RSUD Sekadau dan rumah singgah Pemkab Sekadau penuh, Dinkes Sekadau lakukan berbagai upaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sekadau, Selasa 26 Januari 2021.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Sekadau Henry Alpius, menerangkan saat ini ruang isolasi di RSUD Sekadau, memiliki kapasitas maksimal untuk 10 orang, namun dengan berbagai keterbatasan, pihak RSUD Sekadau hanya memaksimalkan untuk 7 orang pasien.

Kemudian untuk rumah singgah Pemkab Sekadau yang ada, saat ini memiliki kapasitas maksimal untuk 12 orang.

Untuk tingkat keterisian di ruang isolasi RSUD Sekadau saat ini 60 persen, dengan 5 orang pasien. Sementara di rumah singgah 40 persen dengan 5 orang pasien.

Baca juga: Upayakan Tak Masuk Zona Merah Covid-19, Dinkes Sekadau Kaji Sejumlah Langkah

"Rata-rata lima orang, dari kami juga terus memantau, kalau dia tidak ada gejala, ada perbaikan dari hasil pemeriksaan medis, bisa dipulangkan, kita lanjutkan isolasi ketat di rumah," kata Henry Alpius.

Begitu juga bagi pasien yang di rawat di RSUD Sekadau, jika sudah membaik maka langsung ditransisikan ke rumah singgah.

Selain upaya tersebut, Henry juga menuturkan saat ini swab test masih terus dilakukan dan ditingkatkan. Pengiriman sampel swab ke Provinsi Kalbar dan RSUD Sintang terus dilakukan, disisi lain RSUD Sekadau saat ini juga sudah menyediakan swab antigen.

"Jadi secara sporadik Dinkes bekerjasama dengan Satgas dalam rangka menegakkan disiplin protokol kesehatan. Swab Test secara sporadik, dimana ada kerumunan akan dilakukan swab antigen, karena akurasinya hampir 90 persen," paparnya.

Henry menyebut yang penting sekarang adalah menemukan kasus sedini mungkin, dan mencegah serta memberikan penanganan sejak awal.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sekadau Terus Meningkat

"Karena dalam penanganan Covid-19, terapi awal lebih mudah dilakukan. Tapi kalau terapi lambat, itu akan terjadi pemberatan sakitnya, resiko untuk mendapatkan pelayanan di RSUD dan secara serius itu lebih berat," ungkapnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami keluhan berupa gejala-gejala Covid-19. Serta terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"kasusnya tidak dapat kita bendung karena sudah terpapar, tetapi bagaimana kita menemukan kasus itu yang lebih penting, sekarang kita di zona orange karena memang kasusnya cukup tinggi, jangan sampai kita masuk ke zona merah," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved