BATAS Shalat Subuh Jam Berapa Sebenarnya? Simak Juga Penjelasan Ustaz Abdul Somad UAS
pancaran cahaya yang menjulang seperti ekor serigala dan setelah itu masih terlihat gelap, ini yang disebut fajar kadzib (fajar pertama).
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sholat Subuh adalah satu di antara lima sholat wajib yang mesti dilaksanakan oleh seorang Muslim.
Dilangsungkan pada subuh saban harinya, lantas sebenarnya batas shalat Subuh jam berapa?
Dirangkum dari laman Rumaysho, masuknya waktu sholat subuh termasuk waktu subuh hari ini Senin 25 Januari 2021 dimulai ketika terbit fajar shodiq.
Sementara terkait batas shalat Subuh jam berapa perlu diketahui bahwa waktu sholat Subuh akan berakhir ketika sudah masuk fase matahari terbit.
Namun tentu saja sebagaimana sholat wajib lainya, ibadah sholat Subuh lebih dianjurkan dan lebih utama dilakukan di awal waktu.
Baca juga: Bacaan NIAT Sholat Subuh dan Qunut serta Bacaan Niat Sholat 2 Rakaat Sebelum Subuh Arab Terjemah
Adapun penjelasan mengenai kapan masuk waktu sholat subuh dan batas shalat Subuh jam berapa tersebut, dirangkum dari sumber yang sama dapat dilihat dalam sebuah keterangan dalam matan Abi Syuja’ yang berbunyi:
“Awal waktu shalat Shubuh adalah saat terbit fajar kedua (fajar shodiq). Akhir waktunya -yang disebut waktu ikhtiyar (pilihan)- adalah sampai isfaar. Akhir waktu jawaz (bolehnya) adalah sampai matahari terbit.”
Ada pula keterangan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin ‘Amr yang berkata:
وَوَقْتُ صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ
Atinya: “Waktu shalat Shubuh adalah mulai terbit fajar (shodiq).” (HR. Muslim no. 612).
Fajar sendiri ada dua macam yaitu fajar shodiq dan fajar kadzib.
Penjelasannya, pancaran cahaya yang menjulang seperti ekor serigala dan setelah itu masih terlihat gelap, ini yang disebut fajar kadzib (fajar pertama).
Sedangkan cahaya yang mendatar horizontal di ufuk, ini yang disebut fajar shodiq (fajar kedua).
Sementara itu untuk akhir waktu shalat Shubuh alias batas shalat subuh jam berapa, ada yang disebut dengan waktu ikhtiyar.
Waktu ikhtiyar adalah waktu akhir yang dipilih oleh Jibril ketika ia mengimami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kedua.
Baca juga: DZIKIR Setelah Sholat Subuh, Al Matsurat Waktu Subuh Hari Ini | Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
Di akhir hadits disebut bahwa:
“Waktu shalat adalah antara dua waktu ini”, yaitu antara waktu pada hari pertama dan waktu kedua. Waktu akhir inilah yang disebut waktu ikhtiyar (Kifayatul Akhyar, hal. 81 dan Al Iqna’, 1: 201).
Waktu ikhtiyar-nya adalah pada saat isfaar, yaitu ketika mulai terang.
Adapun dalil yang menunjukkan akhir waktu ikhtiyar adalah hadits tentang shalat Jibril yang mengimami Rassulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kedua yang berbunyi:
وَصَلَّى بِىَ الْفَجْرَ فَأَسْفَرَ
Atinya: “Kemudian ia shalat Shubuh bersamaku setelah itu waktu isfaar”
Adapun waktu jawaz atau bolehnya adalah sampai matahari terbit. Yang dimaksud terbit adalah muncul sebagian matahari.
Waktu jawaz ini disebutkan dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr:
صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ
“Waktu shalat Shubuh adalah mulai terbit fajar (shodiq) selama matahari belum terbit”
Ulama Syafi’iyah membagi waktu Shubuh menjadi enam waktu:
(1) waktu fadhilah (utama), yaitu di awal waktu.
(2) waktu ikhtiyar (pilihan), yaitu sebagaimana waktu awal dan akhir yang dipraktekkan Jibril ketika menemani Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, waktunya adalah hingga waktu isfaar (mulai terang).
(3) waktu jawaz bi laa karohah (boleh dan tidak makruh), yaitu hingga muncul cahaya merah di ufuk (sebelum matahari terbit).
(4) waktu karohah (makruh), yaitu mulai muncul cahaya merah di ufuk hingga matahari terbit.
(5) waktu haram, yaitu di luar waktunya.
(6) waktu dhoruroh bagi orang yang udzur. (Lihat Al Iqna’, 1: 201)
Shalat Shubuh ini disunnahkan dilakukan di awal waktu. Di antara dalilnya adalah perkataan ‘Aisyah,
كُنَّ نِسَاءُ الْمُؤْمِنَاتِ يَشْهَدْنَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – صَلاَةَ الْفَجْرِ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ ، ثُمَّ يَنْقَلِبْنَ إِلَى بُيُوتِهِنَّ حِينَ يَقْضِينَ الصَّلاَةَ ، لاَ يَعْرِفُهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْغَلَسِ
“Para wanita mukminah dahulu pernah menghadiri shalat Shubuh berjama’ah di belakang Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan mengerudungi kepala dengan kain. Kemudian mereka kembali ke rumah masing-masing ketika shalat telah selesai. Mereka tidak dikenali seorang pun karena keadaan masih gelap (pagi buta).” (HR. Bukhari no. 578).
Hal di atas dikuatkan lagi dengan hadits berikut,
عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ – رضى الله عنه – قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ. قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِينَ آيَةً
Artinya: Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata,:
“Kami pernah bersahur bersama Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- kemudian kami berdiri untuk menegakkan shalat.” Aku (Anas) bertanya pada Zaid, “Berapa lama waktu antara makan sahur dan waktu shalat akan ditegakkan?” Zaid menjawab, “
Sekitar (membaca) 50 ayat.” (HR. Muslim no. 1097)
Penjelasan selengkapnya mengenai batas shalat subuh jam berapa di laman Rumaysho ini dapat dilihat di link berikut ini (klik link ini)
Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Pertanyaan serupa juga pernah diajukan kepada dai kondang Tanah Air, Ustaz Abdul Somad.
Terutama terkait dengan orang yang terbangun sementara waktu sholat subuh telah meninggi.
Seperti pada pukul 6 pagi misalnya.
Pertanyaan ini dijawab oleh UAS dalam sebuah forum tanya jawab yang terekam dalam video berdurasi total hampir 19 menit, diunggah oleh kanal youtube TAMAN SURGA.NET, Kamis 18 Juni 2020 lalu.
Penjelasan mengenai batas waktu shalat subuh dalam video, dimulai dari awal durasi hingga pada menit ke-2.35.
Menurut penjelasan UAS, diketahui bahwa batas pengerjaan dan waktu shalat Subuh dapat ditentukan berdasarkan waktu syuruq.
Sementara untuk mengetahui waktu syuruq, bisa ditentukan dari waktu magrib di masing-masing daerah.
“Cara mudah untuk isyraq tengok magribnya, jam berapa magribnya, begitu juga isyraq,” ujar UAS.
Diterangkan oleh UAS, cara mengukur waktu syuruq atau isyraq yaitu dengan mengurangi 15 menit dari waktu magrib di masing-masing daerah.
Baca juga: ADZAN Subuh Semarang Hingga Subuh Sidoarjo, Adzan Subuh Jam Berapa ? Waktu Subuh Hari Ini Terkini
UAS kemudian memberikan gambaran dengan mengambil waktu magrib di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan waktu seperti saat video tersebut diambil.
Ketika itu, waktu magrib di Kota Tanjung Pinang jatuh pada pukul 06.04 WIB.
Dengan demikian, setelah dikurangi 15 menit maka waktu syuruq atau terbitnya matahari di Kota Tanjung Pinang pada saat itu jatuh pada pukul 5.50 WIB.
Jadi, di waktu dan jam inilah (5.50 WIB) subuh di Kota Tanjung Pinang ketika itu sudah habis.
“Jadi kalau begitu, syuruq matahari terbit di tanjung pinang, jam 5.50,”
“Cara mudah untuk isyraq tengok magribnya, jam berapa magribnya, begitu juga isyraq. Kalau magribnya jam 6.04 maka boleh salat sunah isyraq jam enam subuh lewat lima. Lima belas menit sebelum itu subuh sudah habis,” tegas UAS.
Sesuai dengan waktu seperti yang diterangkan UAS dalam video ini, jika seseorang terbangun pada pukul 5.30 WIB, UAS menganjurkan untuk tidak langsung mengerjakan shalat shubuh.
Akan tetapi mengerjakan shalat sunnah qabliyah terlebih dahulu.
Baru selanjutnya mengerjakan shalat subuh setelah iqamah.
Ini dikarenakan masih ada waktu selama 20 menit sebelum masuknya waktu syuruq.
Sementara untuk pengerjaan shalat sunnah isyraq, disebutkan UAS baru bisa dikerjakan 15 menit setelah waktu syuruq.
Sebagai contoh di Kota Tanjung Pinang dalam waktu seperti gambaran di atas, maka pengerjaan shalat isyraq dikerjakan pada pukul 06.05 WIB.
“Boleh shalat isyraq itu, 15 menit setelah syuruq. Syuruq matahari terbit,”
“jadi kalau begitu, syuruq matahari terbit di tanjung pinang, jam 5.50. Tambah 15 menit baru boleh shalat isyraq jam 6.05,” jelas UAS.
Sejumlah materi di artikel ini juga telah tayang di serambinews.com dengan judul Shalat Subuh Pukul 6 Pagi, Masihkah Waktunya? Simak Penjelasan UAS Dalam Video Berikut
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838