Banjir Rutin Terjadi Setiap Tahun, Atbah Sebut Penanganan Banjir Perlu Dilakukan Bersama

Salah satunya kata dia, karena tingginya curah hujan di daerah hulu sungai yaitu Kabupaten Bengkayang, sehingga mengakibatkan banjir kiriman.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gabungan berbagai komunitas saat menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda Kabupaten Sambas, dikarenakan banyak faktor.

Salah satunya kata dia, karena tingginya curah hujan di daerah hulu sungai yaitu Kabupaten Bengkayang, sehingga mengakibatkan banjir kiriman.

Karenanya ungkap Bupati, hal ini harus ditangani secara bersama-sama, bukan hanya sektoral. Karena mengingat adanya keterlibatan wilayah lain dari Kabupaten Sambas.

Baca juga: Banjir Belum Surut, Sudah 11 Hari Desa Sepantai Kabupaten Sambas Terendam Banjir

"Ini sebenarnya tidak bisa kita tangani secara sektoral melainkan berkaitan juga dengan wilayah lainnya dalam hal ini Kabupaten Bengkayang," ujarnya, Minggu 24 Januari 2021.

"Sebenarnya Sambas tidaklah banjir, air tersebut adalah kiriman dari Kabupaten Bengkayang. Meskipun disini tidak hujan, akan tetapi apabila terjadi hujan di hulu, airnya akan turun ke sambas. Jadi sesungguhnya yang kita alami adalah banjir kiriman," ungkapnya.

Dijelaskan Bupati, terdapat berapa kemungkinan penyebab banjir kiriman yang melanda Kabupaten Sambas, dan salah satunya adalah karena kondisi hutan yang sudah tidak lagi seperti dulu.

"Seingat saya jika tidak ada masalah disana (Bengkayang-red) baik itu karena mulai minimnya hutan atau daerah yang sudah diolah sedemikian rupa. Jika ini tidak terjadi, maka banjir kemungkinan tidak melanda Sambas," tuturnya.

Namun demikian, Atbah mengaku selalu berupaya melakukan koordinasi kepada pihak Pemda Bengkayang, untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini terulang kembali di kemudian hari.

"Tentu kita akan lakukan koordinasi, hal ini juga sudah saya bicarakan dengan Pemerintah Bengkayang dan pihak terkait, jadi ada hal yang harus kita lakukan agar air itu tidak ke wilayah Sambas," katanya.

Karenanya, dia meminta semua pihak untuk tetap dan senantiasa waspada agar tidak menyebabkan hal-hal yang tidak di inginkan.

"Soal banjir memang sudah jadi langganan daerah tertentu di wilayah Kabupaten Sambas. Dan secara kebiasaan, kita telah terbiasa untuk mengantisipasinya maka himbauan saya kepada seluruh masyarakat untuk waspada selalu," bebernya.

"Karena meskipun daerah kita tidak dilanda hujan akan tetapi hujan didaerah hulu airnya akan mengalir di wilayah kita," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved