Breaking News:

Generasi Indonesia (Gie) Hadirkan Gagasan 'Respiritus Pancasila'

Pada forum tersebut dihadiri oleh peserta dari Sumatra sampai Papua yang berasal dari latar belakang suku bangsa dan agama yang berbeda, dan akan menj

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Presiden Generasi Indonesia (Gie) Henriono Minda, S. Fil 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pembukaan Sekolah Pancasila melalui forum Webinar yang diselenggarakan oleh organisasi Generasi Indonesia (Gie), pada Kamis, 21 Januari, pukul 13.00 WIB.

Pada forum tersebut dihadiri oleh peserta dari Sumatra sampai Papua yang berasal dari latar belakang suku bangsa dan agama yang berbeda, dan akan menjadi peserta tetap dalam sesi perkuliahan selama sekolah pancasila berlangsung. Acara teraebut di moderatori oleh Agus Fahrin, S. Hum salah satu pengurus DPP Gie dari NTB.

Presiden Generasi Indonesia (Gie) Henriono Minda, S. Fil, manyampaikan bahwa Respiritus Pancasila adalah gagasan baru yang didorong untuk melakukan pemaknaan ulang tentang Pancasila sebagai warisan leluhur bangsa nusantara kepada bangsa Indonesia.

Baca juga: Forum Webinar Nasional, Generasi Indonesia Gelar Sekolah Pancasila 

Kemudian diterjemahkan pada era kepemimpinan Orde Lama yang dimotori oleh Soekarno dengan Konsep Tri Saktinya dan Kepemimpinan Orde Baru dengan Konsep Trilogi pembangunannya, serta kepemimpinan Reformasi yang mencari formulasi konsep untuk memajukan bangsa dan negara Indoensia.

Pancasila Adalah ideologi, dasar serta falsafah hidup yang harus ditanamkan dalam jiwa dan akal anak bangsa Indonesia.

Dengan tertananmnya Nilai Nilai Pancasila pada generasi bangsa menjadi pondasi utama kebangkitan dan kemajuan Bangsa dan negara Indonesia. Ungkap Henriono Minda yang biasa disapa Ono' di kalangan Aktivis atau Henry dari kalangan lainnya.

Narasumber yang hadir Dr. Sabri, AR adalah Direktur Pengkajian Materi BPIP menyampaikan apresiasi kepada Gie yang menggagas Sekolah Pancasila pertama di Indonesia, dan menariknya diadakan dalam forum webiner.

Direktur Pengkajian dan Materi BPIP,  Dr. Sabri, AR menyampaikan bahwa agama bagi bangsa Indonesia adalah cahaya karena itulah Pancasila lahir.

Pancasila mencerminkan visi keadaban dan peradaban bangsa Indonesia yang dibangun dari kultur religi, dengan demikian bangunan etik dan moral merupakan dasar dari paradaban kehidupan yang Pancasilais, olehnya itu inti dari peradaban bukan saja saintifik tapi juga spritualiti.

“Hal inilah yg menjadi dasar nilai etis dan moral yang terbangun dalam prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Kesatuan, kemasyarakatan, Keadilan yg termaktub dalam nilai nilai dasar Pancasila,” paparnya.

Halaman
12
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved