Breaking News:

Kasus Dugaan Tindak Asusila Pejabat Imigrasi Entikong, Kuasa Hukum Korban Ungkap Kronologi Kejadian

Kasus tersebut tengah ditangani Polres Sanggau dan dalam tahap gelar perka sertea pengumpulan sejumlah barang bukti pendukung.

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Herawan Utoro, Pengacara dari pegawai Imigrasi Kelas 2 TPI Entikong yang menjadi korban perkosaan yang diduga dilakukan oleh atasannya saat ditemui Tribun Pontianak di kantornya, Kamis 21 Januari 2021. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Oknum Pejabat di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat diduga melakukan tindak pidana kasus perkosaan terhadap pegawainya sendiri.

Kasus tersebut tengah ditangani Polres Sanggau dan dalam tahap gelar perka sertea pengumpulan sejumlah barang bukti pendukung.

Pengacara korban, Herawan Utoro saat ditemui di kantornya menyampaikan bahwa sejak peristiwa itu terjadi kondisi korban hingga saat ini masih belum stabil. Korban masih syok dan tertekan akibat peristiwa itu, apalagi menurut Herawan korban juga mendapatkan intervensi dari sejumlah pihak.

Baca juga: Oknum Pejabat Imigrasi diduga Lakukan Asusila Terhadap Pegawainya, Polisi Kumpulkan bukti - Bukti.

"Kejadian ini sudah dilaporkan kepihak kepolisian, dan sudah diceritakan kejadian sebelum, menjelang, termasuk sesudahnya susah kita kemukakan, dan saksi - saksi yang ada baik yang sebelum dan sesudahnya itu sudah kita kemukakan ke pihak Kepolisian, dan besoknya kita sudah bertemu dengan Kakanwilkumham,"ujar Herawan Utoro di kantornya, Kamis 21 Januari 2021.

Secara tegas kuasa hukum korban menyataka bahwa kasus ini merupakan kasus perkosaan, dan bukan lah kasus pelecehan seksual ataupun hubungan seksual yang dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Kita sudah inventarisir kasus ini, bahwa ini adalah kasus perkosaan, ada kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban, nyata dan terang,"tegasnya.

Pada proses pendampingan saat pemeriksaan terhadap korban, dikatakannya penyidik sudah menunjukkan proses pemeriksaan yang baik.

"Adanya perkosaan itu, itu tergambar dalam proses pemeriksaan, Isu suka sama suka, kita tidak mengerti bagaimana ini bisa disimpulkan suka sama suka, faktanya pemerkosaan,"jelasnya.

Saat peristiwa dugaan perkosaan itu terjadi, Herawan memaparkan bahwa terduga pelaku selaku atasan korban sudah melakukan sejumlah tipu muslihat terhadap korban.

"Pada pokoknya, dia (pelaku) ada tipu muslihatnya, Pelaku meminta kepada korban untuk dibuatkan laporan dinas luar, diminta segera dibuat. saat sudah dibuat, kemudian keliru, Saat diperbaiki dan sudah benar, tapi tidak segera di tandatangani, lalu si korban di ajak kerumah dinas," paparnya.

"kenyataannya, permintaan dinas luar itu hanya dalih saja," tegasnya.

Ia menambahkan bahkan sebelumnya sudah ada upaya-upaya nakal lain juga dari pelaku terhadap korban, tetapi tidak direspon oleh korban.

"Upaya si pelaku Ini sudah berkali - kali, bahkan hingga si korban ini mengundurkan diri dari posisinya, karena tidak etik,"paparnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved