Breaking News:

PT Jasa Raharja Kalbar

Gubernur Kalbar Terima 4 Jenazah Korban Sriwijaya Air dan Serahkan Santunan dari Jasa Raharja Kalbar

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar mewakili PT Jasa Raharja Cabang Kalbar menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban dari al

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mewakili Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalbar, Regy S. Wijaya, menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jenazah korban Sriwijaya Air SJ 182 kembali tiba di Kalimantan Barat pada Kamis pagi, 21 Januari 2021.

Empat jenazah yakni almarhum Kolisun, Mulyadi, almarhumah Andi Syifa, dan Shinta dipulangkan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 184 dari Jakarta ke Pontianak untuk kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji didampingi oleh Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalbar, Regy S. Wijaya, Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi dan segenap instansi terkait menyambut kedatangan jenazah di Bandara Internasional Supadio. Proses serah terima jenazah dipimpin langsung oleh Gubernur.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Sebut Mempawah dan Kayong Utara Masih Kurang Melakukan Tracing dan Testing

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar mewakili PT Jasa Raharja Cabang Kalbar menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban dari almarhumah Andi Syifa Kamila dan Shinta.

“Hari ini, kami diwakilkan Bapak Gubernur menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris dari korban almarhumah Andi Syifa dan Shinta setelah kemarin sempat tertunda karena yang bersangkutan masih berada di Jakarta. Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga dan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan,” ucap Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalbar, Regy S. Wijaya, Kamis, 21 Januari 2021.

Baca juga: Jenazah Mantan Ketum PB HMI dan 5 Lainnya Teridentifikasi, Jasa Raharja Kalbar Serahkan Santunan

Sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017, besarnya santunan yang diserahkan kepada ahli waris untuk penumpang angkutan umum yang menjadi korban kecelakaan dan meninggal dunia adalah sebesar Rp 50 juta. Jasa Raharja Kalbar akan terus menyiagakan anggotanya untuk memantau proses identifikasi korban hingga nantinya seluruh proses identifikasi selesai dan resmi ditutup.

Dari total 20 korban asal Kalbar, sejumlah 16 korban telah teridentifikasi dan Jasa Raharja Kalbar telah menyelesaikan hak santunan kepada 15 ahli waris sedangkan 1 korban masih dalam proses kelengkapan administrasi. (*)

Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved