Breaking News:

Pemkab Kubu Raya Alokasikan Anggaran Belanja Daerah Sebesar Rp. 1,2 Triliun, Fokuskan Tiga Sektor

Kata Gunawan, terdapat tiga sektor yang menjadi fokus APBD kali ini, diantaranya sektor Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan.

TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Kepala Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kubu Raya, Gunawan Putra saat ditemui awak media, pada kegiatan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dan Uang Persediaan (UP) Tahun Anggaran 2021, di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu 20 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kepala Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kubu Raya, Gunawan Putra menyampaikan bahwa, untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021, Pemerintah Kabupaten menggelontorkan anggaran belanja sebesar Rp 1,2 triliun.

Hal itupun disampaikan Gunawan saat penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dan Uang Persediaan (UP) Tahun Anggaran 2021, di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, pada Rabu 20 Januari 2021.

"Untuk belanja yang akan kita alokasikan di tahun 2021, yang telah kita distibusikan kepada SKPD itu berjumlah Rp 1,2 trilliun. Artinya itu harus dieksekusi oleh SKPD selama satu tahun," ungkap Gunawan kepada awak media.

"Hari ini kita akan mulai proses pencairan. Sehingga program-program kegiatan yang telah dialokasi di DPA tersebut dapat mereka laksanakan mulai minggu ketiga bulan januari ini," sambungnya.

Kata Gunawan, terdapat tiga sektor yang menjadi fokus APBD kali ini, diantaranya sektor Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan.

Baca juga: Baznas Kubu Raya Launching Program Bakul Cinta, Sahrul: Peduli dan Membangun Kebersamaan

"Kita masih fokus ke insfrastruktur. Dan infrastruktur itu mencapai 37 persen dari total belanja di APBD ini," terangnya.

Ia menuturkan, tata kelola keuangan pemerintah daerah tersebut juga telah sesuai dengan ketentuan Mandatory spending.

Yang dimana untuk Infrastruktur, kesehatan 10 persen, Pendidikan 20 persen, dan infrastruktur 25 persen.

"Infrastruktur idealnya 25 persen disyaratkan, kita sudah penuhin sebesar 37 persen," pungkasnya.

"Sehingga hambatan-hambatan kita untuk memenuhi Mandatory spending itu tidak ada hambatan lagi di tahun 2021," tambahnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved