Breaking News:

HMI Komisariat Syariah Pontianak Sukses Gelar Diskusi 'Opini Gender di Kalangan Masyarakat'

Sebagai moderator, Tria Rizkika menuturkan bahwa isi yang pemateri sampaikan, bahwa gender itu bukan jenis kelamin seperti anggapan masyarakat.

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bidang Pemberdayaan Perempuan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komisariat Syariah, Cabang Pontianak, sukses adakan diskusi dengan tema 'Opini Gender Dikalangan Masyarakat'. 

Citizen Reporter

Sufyana, Bendahara Forum Kosya Menulis

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bidang Pemberdayaan Perempuan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komisariat Syariah, Cabang Pontianak, sukses adakan diskusi dengan tema 'Opini Gender Dikalangan Masyarakat'.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Museum Kalimantan Barat, dan di pandu oleh Tria Rizkika, dan pematerinya adalah Hidayati.

Sebagai moderator, Tria Rizkika menuturkan bahwa isi yang pemateri sampaikan, bahwa gender itu bukan jenis kelamin seperti anggapan masyarakat.

"Beliau menjelaskan mengenai opini gender dikalangan masyarakat, yang pada saat ini masyarakat masih menganggap bahwa gender itu adalah jenis kelamin. Selain dari pada itu, membutuhkan cara agar lurusnya pemikiran masyarakat terhadap pemikiran yang sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: Penandatangan Kerjasama PA Singkawang Dengan PKBH Fasya IAIN Pontianak Tentang Pos Bantuan Hukum

Tria sangat bersyukur karena diakusi berjalan sesuai harapan tanpa ada kendala.

"Suasana pada saat diskusi berlangsung sangatlah baik, karena tidak hanya mendengarkan pemateri berbicara, namun pemateri juga meminta agar teman-teman yang mengikuti diskusi mengeluarkan pendapatnya mengenai Gender. Sehingga diskusi tersebut tidak hanya menggunakan satu pola pikir saja," tuturnya.

Nina Munawara selaku Kabid PP mengatakan, bahwa gender adalah peran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan.

"Karena banyak dari masyarakat, terlebih khususnya kita sendiri yang masih beranggapan, atau mengartikan bahwasanya gender adalah jenis kelamin, padahal gender itu adalah peran dan tanggungjawab yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan," ucapnya.

Nina berharap agar para kader dapat memahami tentang gender.

"Harapan saya setelah diskusi ini terlaksana, para kader yang telah mengikuti dapat lebih memahami apa itu gender, dan apa saja 'kodrat' laki-laki dan perempuan, karena dua hal tersebut sangatlah berbeda sehingga tidak ada lagi anggapan atau pendapat yang dapat mendeskriminasi antara laki-laki dan perempuan tersebut," tegasnya.

Nina menuturkan agar ilmu yang di dapat untuk di amalkan dan di terapkan.

"Menurut saya pribadi, selain diskusi kualitas kader akan terbentuk ketika menerapkan ilmu yang telah didapat dari diskusi itu, karena ilmu tidak hanya harus dimiliki tetapi juga harus diamalkan dan diajarkan kepada sesama," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved