Bupati Muda Ajak Semua Pihak Antisipasi Potensi Terjadinya Bencana Alam

Apalagi kata Muda, melihat fenomena yang terjadi diawal tahun 2021 ini penuh dengan berbagai ujian dan tantangan.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muzammilul Abrori
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan seusai memimpin apel gabungan ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, pada Senin 18 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak, kepada semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Apalagi kata Muda, melihat fenomena yang terjadi diawal tahun 2021 ini penuh dengan berbagai ujian dan tantangan.

"Fenomena di tahun 2021 inikan penuh dengan berbagai ujian. Mulai dari tragedi ini itu, kemudian angin kencang, dan sebagainya. Walaupun di kubu raya tidak seperti daerah-daerah lainnya, Tetapi kita tidak bisa terlena begitu," kata Muda Mahendrawan seusai memimpin apel gabungan ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, pada Senin 18 Januari 2021.

Baca juga: Personel Polres Amankan Penyaluran Vaksin Kesejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di Kubu Raya

Untuk itupun Muda mengatakan, kondisi untuk menghadapi bencana alam seperti itu perlu perencanaan kontijensi dan masif.

Sehingga ketika betul-betul bencana itu datang, dalam penanggulangannya pun tidak membuat waktu terbuang percuma.

"Karena situasi ini sudah sulit dibaca. Kita sekarang harus banyak membangun perspektif yang ramah, dan seimbanglah dengan alam. Makanya dibanyak kegiatan kita menyesuaikan, terutama hal-hal yang bisa kita antisipasi," sampainya.

Seperti kejadian yang terjadi di desa Kuala Karang di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya yang diterjang ombak besar pada beberapa waktu lalu.

Kata Muda, sebetulnya wilayah tersebut sejak lama telah diantisipasi, dan diminta untuk dapat bisa direlokasi rumah-rumah warga.

"Dari dulunya kita sudah ingatkan supaya direlokasi rumah-rumah itu. Tetapi karena mungkin karena satu dan lain halnya. Jadi tidak mau direlokasi," tuturnya.

"Namun, mudah-mudahan ini kemudian nantinya bisa direlokasi. Dan tidak terjadi kejadian yang sama," tambahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved