Antisipasi Kelangkaan Semboko di Perbatasan, Pemkab Sintang Kirimkan Bantuan Beras dan Gas LPG

Sembako yang disalurkan ke perbatasan Sintang dengan Malaysia tersebut, hanya kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti beras, LPG, B

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, bekerjasama dengan BUMN terdiri atas Bulog dan Pertamina, mengirim kebutuhan sembako untuk masyarakat di perbatasan. Sembako yang disalurkan ke perbatasan Sintang dengan Malaysia tersebut, hanya kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti beras, LPG, BBM. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, bergerak cepat mengatasi kelangkaan sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta gas LPG di Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu.

Senin sore, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, bekerjasama dengan BUMN terdiri atas Bulog dan Pertamina, mengirim kebutuhan sembako untuk masyarakat di perbatasan.

Sembako yang disalurkan ke perbatasan Sintang dengan Malaysia tersebut, hanya kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti beras, LPG, BBM.

“Hari kita berangkatkan kebutuhan barang pokok yang benar-benar dibutuhkan oleh warga masyarakat wilayah perbatasan khususnya ketungau hulu, seperti gas LPG 3 kg, beras, bbm, solar dan premium,” kata Kadisperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman, Senin 18 Januari 2021.

Baca juga: Sembako di Perbatasan Sintang Krisis, Diperindag Sintag Pertimbangkan Distribusi Barang Jalur Sungai

Ada dua mobil truk tangki memuat BBM jenis solar dan premium. Kemudian, 4 truk muatan gas LPG 3 kilogram dan 5 kilogram. Satu truk berisi 540 tabung. Jika ditotal keseluruhan gas LPG mencapai 2.160 tabung.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan beras kualitas medium sebanyak 6 ton. Beras tersebut diangkut menggunakan truk milik Kodim 1205/Stg.

Rombongan pendistribusian sembako ke Senaning, Ketungau Hulu, melewati jalur darat dari Silat, Kabupaten Kapuas Hulu. Jika tidak ada kendala jalan rusak, besok sembako akan sampai di Senaning.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan, bisa sampai tepat waktu. Kapau pun tidak, paling 2 hari perjalanan, karena jalur darat,” ujar Sudirman.

Menurut Sudirman, sembako yang didistribusikan ke Ketungau Hulu, tidak gratis. Namun, harganya terjangkau, sesuai dengan standar pemerintah.

“Ini tidak gratis, tetapi dijual dengan harga yang terjangkau sesuai standar pemeirntah. Yaitu, beras Rp 8.700, LPG harga Het 28.500 di wilayah ketungau hulu,” jelasnya.

Sudirman menyebut, ketersediaan sembako di perbatasan sangat dibutuhkan, sebab transportasi darat dari Balai Karangan-Senaning, lumpuh akibat jalan rusak.  

Kebijakan itu dilakukan untuk mengatasi sementara karena ketersediaan sembako dan penting lainnya di ketungau hulu, mengalami hambatan kendala dari tranportasi darat jalur distribusi antara sanggau dan senaning lumpuh. Sehingga tidak bisa digunakan, maka ketersediaan stok barang mengalami kendala. 

"Tentu kebijakan bupati Sintang untuk mendistribusikan barang yang dirasakan sangat penting, yang memang perioritas untuk tersedia di sana. Sehingga masyarakat bisa menikmati kebutuhan barang,” ujarnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved