Breaking News:

PT Jasa Raharja Kalbar

Tim DVI Polri Umumkan Kembali 7 Hasil Identifikasi, Jasa Raharja Kalbar Serahkan Santunan SJ 182

PT. Jasa Raharja Kalimantan Barat sebagai penyelenggara program dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang merespon cepat hal ini, pada Minggu

Istimewa/Jasa Raharja Kalbar
Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Ketapang, Rizky Dinu Maulana, mendatangi rumah korban Beben Sopian untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus untuk menyerahkan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan Sriwijaya SJ182, Minggu, 17 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kerja keras Tim DVI Mabes Polri dalam melakukan proses identifikasi terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 kembali membuahkan hasil.

Hingga Sabtu, 16 Januari 2021 petang kemarin, Tim DVI Mabes Polri kembali mengumumkan 7 identitas penumpang yang menjadi korban.

Termasuk di dalamnya, terdapat dua korban berasal dari Pontianak dan Ketapang.

Dengan teridentifikasinya 7 orang korban tersebut, maka keseluruhan korban yang sudah teridentifikasi berjumlah 24 orang dengan 9 di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.

PT. Jasa Raharja Kalimantan Barat sebagai penyelenggara program dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang merespon cepat hal ini, pada Minggu, 17 Januari 2021 pagi.

Baca juga: Jasa Raharja Kalbar Kembali Serahkan Santunan Korban Sriwijaya Air SJ 182 asal Kubu Raya

Baca juga: Serahkan Santunan Korban Sriwijaya Air dari Jasa Raharja, Edi Kamtono Siap Bantu Proses Pemakaman

Jasa Raharja Kalbar kembali menyerahkan santunan kepada ahli waris korban.

“Dua korban asal Kalimantan Barat kembali berhasil teridentifikasi oleh Tim DVI yakni atas nama Beben Sopian dan Makrufatul Yeti. Kami melalui Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Ketapang, Rizky Dinu Maulana hari ini mendatangi rumah korban Beben Sopian untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus untuk menyerahkan santunan kepada ahli waris korban yang merupakan anak pertama korban bernama Ridwan Sopian," ungkap Kepala Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat, Regy S. Wijaya.

Pihaknya menyatakan bahwa santunan untuk korban Makrufatul Yeti belum dapat diserahkan karena diperlukan adanya diskusi bersama pihak keluarga terlebih dahulu mengingat ahli waris korban yang merupakan anak korban masih balita.

“Kami harus berdiskusi dulu siapa yang akan mengampu anak korban nantinya untuk keperluan penyerahan santunan karena ahli waris korban masih balita," jelasnya.

Dengan tambahan 2 orang yang teridentifikasi kemarin sore, maka total korban dari Kalimantan Barat yang berhasil teridentifikasi adalah 9 orang dan masih ada 11 orang lagi yang belum berhasil teridentifikasi.

"Kami berharap proses identifikasi tetap berjalan lancar dan semua korban dapat segera teridentifikasi,” tutup Regy.

Baca juga: Jasa Raharja Kalbar Serahkan Santunan Korban Sriwijaya Air Asal Mempawah

Sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017, besarnya santunan yang diserahkan kepada ahli waris untuk penumpang angkutan umum yang menjadi korban kecelakaan dan meninggal dunia adalah sebesar Rp 50 juta.

Jasa Raharja Kalimantan Barat akan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik, mudah, cepat, dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum.

Pihaknya juga akan terus menyiagakan anggotanya hingga operasi pencarian dan identifikasi selesai. (*)

Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved