Bupati Jarot Minta Dinkes Sintang Siapkan Fasilitas Rapid Antigen untuk Akomodir Pelaku Perjalanan

Meski surat edaran tersebut sudah sejalan dengan SE Kemenhub dan Satgas Covid-19 nasional, Patah menyebut ada beberapa kendala di lapangan. Seperti mi

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno memimpin rapat evaluasi Satgas Covid-19 di pendopo bupati. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, untuk membantu kebutuhan Bandara Tebelian dalam penerapan surat edaran bupati
tentang ketentuan perjalanan orang menggunakan moda transportasi udara pada masa pandemi Covid-19.

"Saya minta Dinkes menghandle. Kalau kita bikin surat edaran wajib lampirkan negatif corona bagi pelaku perjalanan udara, ya harus siap (fasilitas rapid test antigen, petugas Satgas di bandara)," pinta Jarot.

Selain itu, Jarot juga meminta biaya rapid test antigen ditetapkan oleh pemerintah, supaya ada kesamaan harga, baik di lab swasta maupun pemerintah.

"Harga sesuaikan dengan pemerintah. Kemudian soal petugas pemeriksa keabsahan surat negatif corona di bandara, juga harus ada," katanya.

Baca juga: Bandara Tebelian Sintang Butuh Petugas KKP untuk Cek Keabsahan Surat Keterangan Negatif Covid-19

Kepala Bandara Tebelian Sintang, Patah Atabri mengapresiasi dikeluarkannya surat edaran bupati tentang ketentuan perjalanan orang menggunakan moda transportasi udara pada masa pandemi COvid-19.

Surat itu memuat di antarnya ketentuan pelaku perjalanan dari Sintang menuju Pontianak menggunakan pesawat wajib menunjukan surat keterangan negative tes RT-PCR atau rapid antibody, yang sampelnya diambil dalam kurung waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil non reaktif rapid test antigen.

“Kami mengapresiasi surat edaran bupati sitnang, ini sejalan dengan selaras SE satgas gugus tugas covid Jakarta, serta SE kemenhub,” kata Patah.

Meski surat edaran tersebut sudah sejalan dengan SE Kemenhub dan Satgas Covid-19 nasional, Patah menyebut ada beberapa kendala di lapangan. Seperti misalnya, ketersediaan fasilitas rapid test antigen di Kabupaten Sintang.

Baca juga: Belum Ada Fasilitas Pemeriksaan Swab PCR atau Rapid Antigen di Bandara Tebelian Sintang

“Kendala di lapangan, soal ketersediaan fasilitas rapid test antigen. Survey kami, di kabupaten sintang untuk rapid test antigen dilaksanakan oleh pihak swasta. Kemudian, harganya juga berbeda-beda. Mohon mohon pemerintah menetapkan harga yang selaras dengan peraturan pemerintah,” harap Patah.

Kendala lainnya, di Bandara Tebelian Sintang, saat ini belum tersedia personel dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan keabsahan dari surat rapid test antigen calon penumpang pesawat.

“Di Bandara teblian belum ada personel dari KKP untuk kesehatan yang bertugas untuk pengecekan keabsahan surat rapid antigen. Saya sudah koordinasi dengan kantor KKP Pontianak, bahwa yang apabila bandara tidak ada personel KKP, sepenuhnya diserahkan ke Satgas. Kami mohon bantuan personel dari satgas untuk memastikan keabsahan surat rapid apakah asli atau tidak,” pintanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved