Breaking News:

Dorong UMKM dan Sektor Pariwisata Terapkan Digitalisasi Pembayaran dengan LinkAja

Penggunaan sistem pembayaran digitalisasi ini dapat dilakukan di berbagai tempat seperti pasar, toko ritel, usaha kuliner hingga destinasi wisata

TRIBUN PONTIANAK/SEPTI DWISABRINA
Deputi Bidang Pemerintahan Pariwisata LinkAja, Muhammad Rendi Nugraha saat Webinar Digitalisasi Solusi Kemajuan Pariwisata dan UMKM Kalbar Kala Pandemi secara virtual, Senin 11 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Walaupun saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, tentu tidak menjadi penghalang bergeraknya sektor pariwisata maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.

Banyak strategi ataupun cara yang dapat diterapkan, guna mendorong kemajuan pariwisata dan UMKM kala pandemi ini. Seperti yang dilakukan LinkAja.

Baca juga: Win Digital Khatulistiwa, Solusi Laundry Digital Lokal Berbasis Aplikasi dan Dilengkapi E-Commerce

Layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi ini turut dalam mendukung ke dua sektor tersebut, yaitu memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Deputi Bidang Pemerintahan Pariwisata LinkAja, Muhammad Rendi Nugraha menuturkan pola transaksi non tunai atau cashless menjadi pilihan utama di masa pandemi.

"Bentuknya bisa banyak, ada kartu debit, cek, giro dan lain sebagainya. Yang menarik adalah salah satu pertumbuhan paling tinggi di saat pandemi ini, penggunaan uang elektronik. Di mana ada alternatif pembayaran menggunakan handphone dengan cara scan," jelasnya, Senin 11 Januari 2021.

Baca juga: Pria yang Tewas Tabrak Truk di Melawi, Warga Kayan Hulu Sintang Bernama Antriono

Bahkan pria yang akrab disapa Rendi itu mengatakan, pihaknya bersinergi bersama pemerintah, stakeholder lainnya, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalbar dalam mendorong transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

"Di masa pandemi ini, kita masih dapat melakukan transaksi (non tunai) dan tetap patuh dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Baca juga: DIMAKI-maki Nikita Mirzani, Peramal Mbak You Singgung Ngotot Bicara Paling Benar

Penggunaan sistem pembayaran digitalisasi ini dapat dilakukan di berbagai tempat seperti pasar, toko ritel, usaha kuliner hingga destinasi wisata di Kalimantan Barat.

"Tentunya banyak kemudahan yang di dapatkan melalui digitalisasi. Memudahkan dalam monitoring keuangan, lebih efisien serta meminimalisir berbagai risiko-risiko yang terjadi saat penggunaan cash atau tunai," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, District Manajer LinkAja Area Kalbar, Didik Sadiantoro menerangkan ada dua sistem yang diberikan LinkAja dalam pembayaran di sektor pariwisata.

Baca juga: Dinkes Sambas Umumkan Tambahan Pasien Sembuh Covid-19

"Pertama ada kode QRIS yang dikeluarkan Bank Indonesia dan langsung melalui aplikasi LinkAja. Ketika membuka aplikasi, kemudian mengklik bagian pariwisata. Tentunya ini sangat memudahkan, pengguna silakan memilih dari 2 sistem tersebut," ungkapnya.

Nah, adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi merchant LinkAja.

Baca juga: Dinkes Sambas Umumkan Tambahan Pasien Sembuh Covid-19

Didik menyebutkan, badan usaha atau perorangan harus melakukan registrasi form, bit.ly/merchant-linkaja dan Microecosytem@linkaja.id.

"Persyaratan khusus, mengisi form PKS merchant 2 rangkap dan melengkapi berbagai dokumen yang dibutuhkan," pungkasnya.

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved