Sriwijaya Air Jatuh

Polisi Sebut Ada Empat Warga Sintang Berada di Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Kasubag Humas Iptu Hariyanto mengatakan ada 4 orang warga Sintang yang berada dalam Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Polres Sintang berkunjung ke kediaman H. Masrijal. Ays Habil Yamin dan Faisal, warga Jalan MT Haryono, Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang. Keduanya merupakan putra dari pemilik pakaian toko cahaya busana H.Masrijal yang berada dalam pesawat Sriwijaya Air. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak, hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Pesawat tersebut diduga jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Pesawat Boeing 737-500 Sriwiyaja Air memuat 62 orang dengan krus pesawat 6 orang, Rinciannya: 40 dewasa,7 anak-anak, 3 Bayi.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak, melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto mengatakan ada 4 orang warga Sintang yang berada dalam Pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Baca juga: Yeti Istri Eks Ketum HMI Mulyadi Sedang Mengandung Saat ke Pontianak Menggunakan Sriwijaya Air SJ182

Mereka adalah Ays Habil Yamin dan Faisal, warga Jalan MT Haryono, Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang.

“Kedua korban di atas adalah putra dari pemilik pakaian toko cahaya busana H.Masrijal,” ungkap Hariyanto.

Selain itu, ada pasangan suami istri, Mulyadi dan Makrufatul Yeti Srianingsih. Keduanya kata Hariyanto, warga Lingkar Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang.

“Kedua korban tersebut adalah suami istri yang baru menikah pada bulan Novemebr 2020,” kata Hariyanto.

Mulyadi, merupakan Eks Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI).

Mulyadi dan Makrufatul Yeti Srianingsih, baru saja melangsungkan pernikahan.

Usia pernikahan Mulyadi dan Yeti, baru 50 hari—tepat di hari pesawat yang ditumpanginya terjatuh.

Pasangan suami istri ini menikah di Pontianak, pada 20 November 2020, lalu.

Menurut Katimah, ibu Mulyadi, menantunya tengah mengandung cucunya.

Meski kedua orangtuanya tinggal di Kabupaten Sintang, Mulyadi banyak berkegiatan di Jakarta.

Selain Eks Ketum PB HMI, Mulyadi juga seorang kader Hanura. Di partai tersebut, Mulyadi menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura.

Sementara Makrufatul Yeti Srianingsih, tinggal di Pontianak, dia tercatat sebagai dosen tetap program studi Administrasi Negara di Polnep Pontianak.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved