Sriwijaya Air Jatuh

KISAH Rizki Wahyudi Staff TN Gunung Palung Jemput Ibu di Bangka, Jadi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Sri Rahayu (38), sepupu Rizki Wahyudi menceritakan, sebelum ke Jakarta, Rizki bersama istri dan anaknya berangkat ke Pangkalpinang untuk menjemput ibu

Editor: Nasaruddin

Kata Rapin, Rizki merupakan sosok pemuda yang kuat sebab menjadi tulang punggung keluarganya. 

"Rizki sejak bayi sudah ditinggalkan ayahnya, jadi dialah yang jadi tulang punggung keluarga. Mau ke Ketapang ini biar bisa tinggal sama-sama dengan ibunya, istrinya, anaknya, biar kerja di sana ada yang nemenin katanya," ucap Rapin.

Sedangkan sang kakak kandungnya Rosi, sempat menyebutkan tidak akan pernah pulang lagi ke Bangka ingin tinggal selamanya di Kalimantan bersama Rizki.

"Sekarang kata-kata itu baru terkenang, ibu Rosi pernah bilang tidak akan pulang lagi ke Bangka akan tinggal di sana selamanya, kalaupun dia meninggal ia tak ingin dibawa pulang ke Bangka, minta dikuburkan di Kalimantan saja. Baru sekarang kepikir dengan kata-kata itu," sebutnya.

Baca juga: SOSOK Diego Mamahit Copilot Sriwijaya Air SJ182 & Tulisan-tulisan Tentang Kecintaannya pada Profesi

Isromaini (52) tetangga Ibunda Rizki tak menyangka kepergian Rosi (51) ke Jakarta pada Jumat (08/01/2021) lalu ternyata meninggalkan duka yang mendalam.

"Ya Allah, baru kemarin Rosi pamit, tetangga sekaligus teman saya. Maaf Nan, ku mau pamit, besok mau pergi, mendadak ke Jakarta. Tidak jadi hari Sabtu berangkatnya. Nitip emak ku ok," ungkap Isromaini sambil menangis saat ditemui di rumahnya oleh Bangka Pos, Sabtu malam.

Menurutnya, Rosi merupakan sosok ibu yang tegar dan kuat meski hidup menjanda. 

Pada kesempatan itu, Rossi sempat memberikan topi anak-anak sebagai kenang-kenangan sambil memeluk Isromaini.

Dia menyebutkan, Rosi tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Rossi diketahui berangkat ke Jakarta untuk meneruskan perjalanan ke Pontianak.

Kepala Desa Sungai Pinang 2, Herman Sawiran saat dihubungi via telepon oleh Tribun Sumsel, Sabtu (09/01/2021), mengatakan, "Dia (Indah) pergi sekeluarga berlima. Kalau yang tercatat  warga Sungai Pinang 2 ya cuma Indah. Yang empat orang lainnya bukan," Indah adalah istri Rizki. 

Indah dan Rizki diketahui menikah pada 18 Agustus 2018 lalu, dan belum lama bertugas sebagai Pengendali Ekosistem Hutan di Taman Nasional Gunung Palung

Dari hasil pernikahan tersebut, Indah mengandung dan sempat kembali ke kampung halamannya.

"Indah sempat 7 bulan tinggal di Sungai Pinang karena mengandung. Pas dekat-dekat mau lahiran, waktu itu suaminya datang ke Sungai Pinang," terang Herman.

Menurut Herman, setelah melahirkan, Indah dan suaminya kembali ke Pontianak. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved