Breaking News:

BMKG Pastikan Getaran Tanah di Sengah Temila Landak Bukan Gempa Bumi

Diakuinya, saat kejadian tersebut masyarkat memang sempat panik dan ada sebagian yang langsung keluar rumah.

Shutterstock
Ilustrasi gempa bumi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori memastikan getaran tanah di okasi Dusun Lintah Desa Keranji Mancal, Sengah Temila, Landak, Kalimantan Barat pada Sabtu 9 Januari 2021 bukan gempa bumi.

Menurut Nanang, pihaknya memang menerima laporan masyarakat dan Tim TRC BPBD, bahwa telah terjadi getaran tanah pada pukul 08.00 WIB dan 13.40 WIB.

"Total getaran 6 kali. Kronologinya terjadi getaran tanah disertai dentuman di dalam tanah," ungkap Nanang dalam Instagram BMKG Kalbar.

''Hasil pemantauan Pusat Gempa BMKG berdasarkan data dari Stasiun SSKI (Singkawang), STKI (Sintang) dan Stasiun lain pada pukul 08.00 WIB dan pukul 13.40 WIB tidak terindikasi adanya kejadian gempabumi," katanya.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel menerangkan, setelah mendapat informasi itu, dirinya langsung memerintahkan satu orang anggotanya menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: KISAH Rizki Wahyudi Staff TN Gunung Palung Jemput Ibu di Bangka, Jadi Korban Sriwijaya Air SJ 182

"Iya ada terjadi getaran seperti gempa, berdasarkan keterangan dari masyarakat di sana. Terjadinya sekitar pukul 08.30 WIB," ujar Kapolsek kepada Tribun.

Lanjut dia, getaran mirip gempa tersebut memang terjadi berkali-kali. "Jadi saat itu terjadi lima kali getaran, tapi durasinya tidak lama," jelasnya.

Diakuinya, saat kejadian tersebut masyarkat memang sempat panik dan ada sebagian yang langsung keluar rumah.

Namun tidak ada korban atau pun kerusakan dari kejadian itu. "Tidak ada kerusakan, dan situasi bisa terkendali," ungkapnya.

Baca juga: KISAH Calon Penumpang Selamat dari Tragedi Sriwijaya, Batal Terbang karena Kebijakan Pemprov Kalbar

Potensi Hujan Lebat

Masih menurut Nanang Buchori, berdasarkan data akumulasi curah hujan yang teramati pada GSMAP telah terjadi hujan intensitas lebat lebih dari 50mm/hari pada tanggal 7 dan 8 Januari 2021.

Potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Barat diprakirakan masih akan berlangsung hingga tanggal 14 Januari 2021.

Nanang mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan yang disertai petir dan angin kencang seperti pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya.

''Waspadai potensi angin kencang terutama pada siang hingga sore hari di pesisir barat Kalbar,'' pesannya.

''Diprakirakan cukup panjangnya periode hujan lebat tersebut mengindikasikan adanya potensi terjadinya genangan, banjir dan tanah longsor khususnya pada wilayah yang sering terdampak bencana tersebut,'' pungkasnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved