Breaking News:

Pemilik Tersus Persilahkan Pemda Bongkar Dermaga Ilegal Miliknya

Selain dilakukan pembongkaran, Ayong juga mengaku pihaknya akan menstop pembangunan dan aktivitas di lokasi titik koordinat pada bagian belakang lanta

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tampak Dermaga yang Dipasang Larangan Menambat Kapal di Tersus Ilegal dekat Jembatan Pawan 2. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pemilik Tersus Ilegal di bawah Jembatan Pawan 2, Ayong mengapresiasi rapat yang digagas Satpol PP Ketapang dan setuju dengan hasil rapat yang digelar kemarin Rabu 6 Januari 2021.

Yang mana dari hasil rapat bersama instansi terkait itu diantaranya yakni sepakat untuk membongkar dermaga yang telah ia bangun.

"Saya setuju pembongkaran cuma bukan saya yang bongkar, silahkan dibongkar," kata Ayong.

Selain dilakukan pembongkaran, Ayong juga mengaku pihaknya akan menstop pembangunan dan aktivitas di lokasi titik koordinat pada bagian belakang lantaran tidak memiliki biaya lagi.

"Sementara saya belum mau bangun, karena tidak ada biaya," ujarnya.

Baca juga: Sepakat Tersus Dibongkar Karena Ilegal, Satpol PP Kaji Sanksi Pidana Jika Pemilik Bandel

Sementara itu, perwakilan dari perusahaan yang mendampingi pemilik Tersus pada rapat itu, Stevan mengaku pihaknya ingin meluruskan terkait keberadaan dermaga yang memang diakuinya tidak memiliki izin atau Ilegal.

"Kami ingin mengakhiri polemik ini, karena polemik ini muncul karena keberadaan dermaga itu makanya kami menyambut baik dan berterimakasih kepada Pemda yang mau membantu membongkar dermaga tersebut," jelasnya.

Sedangkan mengenai adanya penambatan kapal di lokasi terlarang dan ilegal beberapa waktu lalu, diakuinya karena adanya kesalahpahaman pihaknya lantaran kapten kapal yang tidak mengetahui adanya larangan penambatan kapal di lokasi tersebut.

"Itu juga cuma parkir saja tidak ada bongkar muat karena bongkar muat kami lakukan di Sukabangun. Sukabangun waktu itu tidak bisa parkir sehingga kapten kapal tidak tahu malah parkir disana," akunya.

Lebih lanjut, mengenai pengajuan titik koordinat baru dibagian belakang yang memang diperbolehkan untuk dilakukan pembangunan Tersus, saat ini diakui Stevan akan dilakukan penghentian sementara waktu sesuai dengan keinginan pemilik Tersus. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved