Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Sebut Masuk Kalbar Wajib PCR Negatif Akan Diperpanjang Sampai Cap Go Meh Selesai

Ia berharap masuk Kalbar jalur udara tetap menerapkan wajib negatif PCR karena hasil dari uji petik banyak yang positif saat menggunakan rapid antigen

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalbar, Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan bahwa masuk Kalbar menggunakan Wajib PCR Negatif akan diperpanjang sampai selesai Cap Go Meh 2021.

Ia mengatakan bahwa akan dilakukan kajian setelah tanggal 8 Januari 2021. Maka akan tetap memberlakukan masuk Kalbar jalur udara tetap dengan negatif PCR.

“Karena pengalaman kita sampel yang kita ambil ada yang CT 15-16 viral loadnya pasti belasan ribu tidak mungkin lolos menggunakan swab antigen kenapa itu bisa terjadi. Ini menunjukan kalau swab antigen pasti tidak lolos, tapi ini ada surat jalannya tidak mungkin bisa CT 15-16 lolos antigen,” ujarnya, Rabu 6 Januari 2021.

Ia berharap masuk Kalbar jalur udara tetap menerapkan wajib negatif PCR karena hasil dari uji petik banyak yang positif saat menggunakan rapid antigen, tapi ketika menggunakan PCR hampir tidak ada kasus covid dari penerbangan.

Baca juga: Dua Kali Terpapar Covid dan Mempunyai Autoimun, Alasan Sutarmidji Tak Bisa Vaksinasi yang Pertama

“Kalau pun ada viral loadnya 5-10 dengan CT 35 keatas saya maklumi kalau dia menggunakan yang hanya alat PCR yang menunjukan positif negatif tidak menggambar viral load dan CT ,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa beberapa daerah ada peningkatakan kasus COVID-19. Kemudian hampir semua daerah akan melakukan pengetatan.

“Kita sedang kaji apakah masuk Kalbar dengan negatif PCR tetap diberlakukan. Saya lebih cenderung diberlakukan sampai selesai Cap Go Meh,” ujarnya.

Karena angka keterjangkitan dari luar sangat tinggi dan potensi untuk menjangkiti orang lain sangat tinggi pula.

“Kalau ini tertip maskapai tidak akan di denda . Walaupun sudah Wajib PCR Negatif kita akan tetap melakukan pengambilan sampel di Bandara. Kalau positif bisa jadi surat keterangannya palsu. Bahkan ada yang CT 15-16 bisa terbang ke Kalbar bawa surat yang dikeluarkan rumah sakit di Bali,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved