Breaking News:

Prostitusi Online, Yandi: Lebih Efektif Rumusan Harus Jelas, Tahu akarnya, dan Tahu Penyelesaiannya

Agenda rapat tersebut, membahas tentang prostitusi online yang terjadi saat ini di Kota Pontianak baik rumusan pengembangan, pembinaan, dan tanggapan

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Anggota DPRD Yandi angkat bicara terkait prostitusi online yang terjadi di Kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/JOVI LASTA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Yandi angkat bicara terkait tanggapan tentang prostitusi online yang terjadi di Kota Pontianak setelah rapat kerja/dengar pendapat gabungan komisi IV dan pimpinan I, II, dan III DPRD Kota Pontianak bersama Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan P3A Kota Pontianak dan Polresta Pontianak, Selasa 5 Januari 2021.

Agenda rapat tersebut, membahas tentang prostitusi online yang terjadi saat ini di Kota Pontianak baik rumusan pengembangan, pembinaan, dan tanggapan dari berbagai pihak yang terlibat dalam penyelesaian kasus ini.

Yandi anggota DPRD menilai seperti pembicaraan hari ini sebetulnya terdapat faktor lain seperti pendekatan pendidikan dan dinas pendidikan harus melaksanakan opsi bagaimana membina anak-anak supaya tidak terjadi prostitusi online.

Baca juga: Polsek Terentang Kubu Raya Terbakar, Kabid Humas Polda Kalbar Jelaskan Penyebabnya

"Dinas sosial harus tahu apa sih dampak yang harus dilakukan. Kemudian penegakan hukum, kita sendiri punya hukum yang pas itu yang mana. Jadi jangan seperti orang yang sudah kelimpungan dan sembarangan. Akhirnya kita kewalahan, situasi menjadi tidak kondusif jadinya," tutur Yandi.

Kemudian, Yandi mengatakan ada satu hal yang terjadi, justru diselesaikan dengan membuat satu hal yang baru.

Jika memang penegakan secara tepat, Pemerintah Kota coba rumuskan bagaimana cara hotel itu mencegat anak dibawah umur masuk, Sosialisasi dan pembinaan.

"Menurut saya kurang efektif juga tapi itu salah satu bagian yang perlu dilaksanakan untuk memberikan dampak. Tetapi lebih efektif adalah ada rumusan yang jelas, tahu akarnya, dan tahu penyelesaiannya," katanya.

"Sekarang punya waktu lebih banyak untuk berinteraksi dan memungkinkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi tidak dalam pengawasan (anak). Kita menghimbau kepada orang tua yang punya anak dijaga dengan baik disituasi seperti ini, mari bersama-sama," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved