Breaking News:

Pemkot Pontianak Alokasikan Dana Senilai Rp. 53 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Kemudian, Edi juga mengatakan, bahwa ada beberapa pekerjaan proyek pembangunan mulityears yang masih berlanjut di tahun 2021.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) secara simbolis kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Kantor Wali Kota, Selasa 5 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengalokasikan anggaran sebesar Rp 53 miliar pada tahun 2021 untuk penanganan Covid-19.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, anggaran tersebut termasuk dalam anggaran tak terduga.

"Covid-19 kita alokasikan 53 miliar di dana bantuan tidak terduga. Anggaran itu diperuntukkan penanganan Covid-19 kaitannya dengan recovery atau pemulihan termasuk layanan kesehatan," jelas Edi Rusdi Kamtono usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) secara simbolis kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Kantor Wali Kota, Selasa 5 Januari 2021.

Kemudian, Edi juga mengatakan, bahwa ada beberapa pekerjaan proyek pembangunan mulityears yang masih berlanjut di tahun 2021.

Diantaranya pembangunan rumah sakit di Pontianak Utara, waterfront dan sekolah terpadu.

"Alokasi nilai anggaran yang terbesar masih pada Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Kita juga masih menganggarkan untuk pemulihan ekonomi untuk penanganan pandemi Covid-19," ungkapnya.

Baca juga: Prostitusi Online, Yandi: Lebih Efektif Rumusan Harus Jelas, Tahu akarnya, dan Tahu Penyelesaiannya

Wali Kota Edi juga sudah menyerahkn DPA kepada seluruh OPD termasuk camat se-Kota Pontianak.

Untuk itu, Edi meminta agar seluruh OPD segera melaksanakan percepatan terutama pengadaan barang dan jasa supaya memberikan kontribusi terhadap pergerakan pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak.

"Sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di tengah kondisi sekarang ini," ucapnya.

Terkait anggaran tahun 2020, ia menyebut serapan anggaran di lingkungan Pemkot Pontianak mencapai 93,6 persen.

Ada beberapa faktor penyebabnya, diantaranya beberapa program tidak bisa terlaksana lantaran terakhir proses lelangnya sehingga waktunya tidak memungkinkan.

"Kemudian adanya efisiensi yang dilakukan sehingga serapan anggaran tercapai 93,6 persen," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved