Breaking News:

KPPAD Kalbar Tegaskan Hukuman Harus Ditegakkan Agar Anak-anak Tidak Menjadi Korban Kejahatan Seksual

Hukuman kebiri kimia yang diberlakukan kepada predator anak ini, tentunya memberikan efek kepada para pelaku tindak seksual terhadap anak yang masih d

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak memberikan tanggapan terkait hukuman kebiri yang sudah diteken oleh Presiden Republik Indonesia, Selasa 5 Januari 2021.

Hukuman kebiri kimia yang diberlakukan kepada predator anak ini, tentunya memberikan efek kepada para pelaku tindak seksual terhadap anak yang masih dihadapi negara.

"Kalau ini sudah disebarluaskan bisa jadi mengurangi tingkat kejahatan seksual terhadap anak. Siapa sih yang mau dikebiri serta tersiksa," tutur Eka Nurhayati ditemui awak media di Kantor DPRD Kota Pontianak.

Kemudian, situasi negara saat ini menghadapi persoalan seksual terhadap anak dibawah umur tentunya menjadi solusi kedepan agar mengurangi kasus seksual.

Baca juga: Dewan Daerah Fakta Kalbar Minta Pemkot Pontianak Maksimalkan APBD

"Misalnya, dia menjadi mucikari menyetubuhi dan menjual lagi bisa diberi hukuman kebiri. Hukum harus ditegakan. Hukuman dibuat untuk dilaksanakan bukan diabaikan. Hukuman saat ini dirasa masih ringan, karena hukuman sekurang-kurangnya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. Belum memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual korban anak-anak dibawah umur," sambungnya.

"Bisa jadi, pedofil ini adalah penyakit kelainan seksual terhadap orang (anak) mereka menyukai anak kecil. hanya mungkin 5 tahun, terus trauma yang dilahirkan kepada anak itu keluar. Misal, pelaku berumur 25 tahun si korban berumur 5 tahun. Pelaku mendapat hukuman 5 tahun, berarti ketika pelaku keluar berumur 30 tahun sedangkan si anak berumur 10 tahun, sehingga trauma yang ditimbulkan tidak bisa dengan kebebasan waktu selama 5 tahun," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved