Breaking News:

Penanganan Covid

Hari Ini Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Harisson: Orang yang Pernah Terpapar Covid-19 tidak Divaksin

Kalau saya sudah tidak bisa divaksin karena pertama ada autoimun, kemudian usia sudah 59 ke atas

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson usai menghadiri acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kalbar, Rabu 4 November 2020.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Vaksinasi Sinovac dijadwalkan akan tiba di Kalbar hari ini, Selasa 5 Januari 2021 untuk disuntikkan kepada tenaga kesehatan (Nakes). Kabar kedatangan Vaksinasi Sinovac disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson MKes.

Dijelaskan Harisson, mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan atau yang sudah pernah terpapar Covid-19 tidak akan divaksin.

“Vaksinasi tidak dilakukan pada orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil dan menyusui, orang yang menderita ISPA batuk pilek dalam tujuh hari terkahir, orang kontak erat anggota keluarga dari kasus suspek atau kasus konfirmasi yang sedang dalam perawatan karena Covid-19, orang yang alergi berat, atau mengalami gejala sesak nafas,” papar dr Harisson MKes, Senin 4 Januari 2021.

Vaksin, jelas Harisson juga tak akan diberikan kepada orang yang sedang terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penyakit jantung, gagal jantung atau penyakit jantung coroner.

Selain itu, orang yang menderita penyakit auto imum sistemic, orang yang menderita ginjal, orang menderita reoumatic, autoimun, menderita saluran pencernaan kronis, penyakit hipertiroid dan hipotiroid, penderita penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah.

“Selain itu orang yang sedang menderita demam dengan suhu lebih atau sama dengan 37 derajat untuk ditunda vaksinasinya dan penyakit hipertensi dengan tekanan darah lebih atau sama dengan 140/90 tidak boleh diberikan. Lalu vaksin tidak diberikan kepada anak di bawah 18 tahun dan orangtua di atas 60 tahun,” papar Harisson.

“Sedangkan untuk penderita Diabetes Melitus boleh diberikan apabila penderita DM tipe 2 yang terkontol dengan nilai HbA1C dibawah 7,5 persen,” lanjutnya.

Selain itu, penderita HIV yang nilai CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui. Sementara untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi minimal setelah dua minggu mendapatkan obat antituberkolosis.

“Vaksin diberikan dua kali penyuntikan yang hanya boleh diberikan oleh dokter dan bidan terlatih. Vaksin diberikan dua dosis dengan interval waktu minimal 14 hari,” katanya.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Ungkap Dirinya Bukan Orang Pertama Penerima Vaksinasi Covid-19 di Kalbar

Dijelaskan Harisson, adapun kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥18 tahun. Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat (EUA) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved