Desa Teluk Kapuas Deklarasi Jadi Desa Open Defacation Free (ODF)

Kepala Desa Teluk Kapuas, H Abdul Halim menerangkan bahwa, dalam mewujudkan desa ODS ini, pihaknya pun telah menggencarkan sosialisasi dan memberikan

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muzamil Abrori
Kepala Dinas Kesehatan Marijan (kiri) saat menghadiri Deklarasi gerakan Stop Buang Air Besar Sembarang (BABS) atau Open Defacation Free (ODF) yang dilakukan oleh Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa 5 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Desa Teluk Kapuas yang berada di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya telah mendeklarasikan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarang (BABS) atau Open Defacation Free (ODF), pada Selasa 5 Januari 2021.

Ajakan inipun sebagai cerminan dalam meningkatkan kualitas hidup serta mewujudkan desa yang sehat. Sehingga nantinya masyarakat pun akan terbebas dari penyakit yang diakibatkan oleh perilaku BABS.

Kepala Desa Teluk Kapuas, H Abdul Halim menerangkan bahwa, dalam mewujudkan desa ODS ini, pihaknya pun telah menggencarkan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sejak tahun 2013 lalu.

Awalnya kata Halim, sebanyak 500 Kepala Keluarga yang ada di Desa Teluk Kapuas tidak memiliki toilet, sebagai sarana Buang Air Besar (BAB). Lantaran faktor ekonomi yang tidak memadai.

Namun dengan pemahaman serta dukungan dari berbagai pihak, akhirnya saat inipun seluruh masyarakat di Desa Teluk Kapuas memiliki toilet.

Baca juga: Manfaatkan Sistem Geospasial, Bupati Muda Minta Desa Gencarkan Stop Buang Air Besar Sembarang.

"Kalau menuju desa ODF itu dari 2013 kita sudah sosialisasi kepada masyarakat. Jadi waktu itu sekitar 500 kk belum ada toilet. Ada yang tidak ada, ada yang rusak. Tetapi begitu setelah kita berikan sosialisasi perlahaan-lahan masyarakat mulai mengerti, dan dibantu oleh pihak koramil juga ada membuatkan toilet bagi masyarakat," ungkap H Abdul Halim.

Kemudian Halim menyampaikan, dukungan lain juga diberikan oleh Poltekkes Pontianak dalam membantu membangun toilet bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bahkan, Poltekkes Pontianak disebut Halim memberikan terobosan baru dalam membantu membangun toilet bagi masyarakat, yakni dengan tripikon toilet terapung.

"Setelah adanya wc terapung itu, jadi saat ini dari 4009 kk yang ada di desa teluk kapuas sudah memiliki toilet sendiri, dan bebas daripada Buang Air Besar Sembarangan (BABS)," sampainya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved