Breaking News:

Satgas Penanganan Covid-19 Sanksi Tegas Orang Datang ke Kalbar Tanpa Dokumen Hasil Negatif Swab PCR

Mulai1 Januari 2021 hingga 14 Januari 2021, pemerintah memutuskan melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalbar dan jajaran terkait saat memantau keadaan pintu masuk melalui Bandara Supadio Pontianak, Senin 21 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kalbar akan berlakukan sanksi tegas bagi warga yang akan ke Kalbar tanpa membawa dokumen surat jalan berupa hasil negatif swab PCR.

Hingga 8 Janauari 2021, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalbar mengintensifkan swab PCR acak terhadap penumpang pesawat udara asal luar Kalbar di pintu kedatangan di Bandara Supadio Pontianak.

“Kita dari Dishub, Satpol PP, satu tim dengan Diskes yang tergabung dalam Satgas Provinsi bersama-sama mengecek kepatuhan penumpang yang datang ke Kalbar apakan membawa swab PCR atau tidak,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Ignasius kepada Tribun, Jumat 1 Januari 2020.

Ignasius mengatakan, terkait data terkait yang lebih lengkap ada di Diskes Kalbar karena petugas kesehatan yang terjun langsung melakukan pendataan berapa jumlah yang diswab dan hasilnya. Baru dari hasil itulah menjadi bahan evaluasi yang dirapatkan bersama untuk menjatuhkan sanksi.

Baca juga: Gubernur Kalbar Minta Angkasa Pura II dan KKP Serius Tangani COVID-19 di Bandara Supadio

“Sekarang masuk tidak bawa PCR negatif pihak maskapainya akan didenda Rp 5 juta. Kalau hanya membawa antigen, penumpang akan diswab PCR. Begitu hasil positif maka maskapai disanksi tidak boleh membawa penumpang,” ujar Ignasius.

Sedangkan sanksi untuk penumpang juga harus membayar biaya swab sebesar Rp 600 ribu maupun hasilnya nanti dinyatakan negati atau positif.

Lalu biaya selama isolasi mulai dari kebutuhan makan selama isolasi juga harus ditanggung pribadi. Pemerintah hanya akan menggratiskan biaya menginap saja.

Sesuai Surat Edaran Gubernur Kalbar yang sudah berlaku sejak 26 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021, bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 7 x 24 jam sejak tanggal pemeriksaan sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Penumpang Positif
Sebelumnya, sejumlah penumpang kedapatan positif saat tiba di Bandara Supadio.

Bahkan ada seorang penumpang pesawat udara dengan kondisi terkonfirmasi Covid-19 lolos dari pemeriksaan petugas berbekal hasil swab negatif antigen.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved