Breaking News:

HUKUM Orang Islam Merayakan Tahun Baru 2021, UAS Beri Saran Terbaik | Doa Awal Tahun & Akhir Tahun

"Malam tahun baru, masjid buat tabliq akbar, undang ustadz dan lakukan muhasabah, jam 12 jam satu terus

Editor: Madrosid
TRIBUN/ISTIMEWA
hukum merayakan tahun baru menurut UAS 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perayaan tahun baru masehi lumrah dirayakan seluruh masyarakat dunia.

Terutama bagi kalangan muda, hampir tiap tahun perayaan tahun baru masehi bakal diwarnai dengan tiupan terompet, letusan kembang api.

Dalam Islam sendiri memiliki pandangan berbeda dalam merayakan tahun baru.

Sebab merayakan tahun baru merupakan perkara yang tidak ada dalam Agama Islam.

Terutama dengan cara merayakan tahun baru dengan meniup terompet dan membakar kembang api saat malam pergantian tahun baru.

Menurut Ustadz Abdul Somad atau UAS akun youtube Dakwah Cyber dengan judul "Tanya Jawab Ust. Abdul Somad - Hukum Merayakan Tahun Baru | Dakwah Cyber" menjelaskan meniup-meniup terompet adalah tradisi Yahudi pada perjanjian lama.

Itu ditiuplah terompet tanduk kerbau untuk menyambut tahun baru, maka jangan kasih anak-anak kita untuk meniup terompet.

UAS juga menyebutkan bahwa tahun baru Islam yakni tahun baru Hijriah, bukan Masehi. 

Namun yang terlihat kini, sebagian besar muslim malah menyemarakan tahun baru Masehi daripada tahun baru Hijriah.

Namun begitu UAS memberi saran dan cara terbaik bagi umat Muslim saat perayaan tahun baru atau pergantian tahun baru.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved